Kamis, April 15, 2021

Edarkan Sabu, Warga Kayuboko Parigi Moutong Ditangkap Polisi Donggala

Diamankan Sabu Senilai Rp 60 Juta

Must read

Berita donggala, gemasulawesi– Karena edarkan Narkoba jenis sabu, warga Kayuboko Parigi Moutong, ditangkap polisi Donggala, Sulawesi Tengah.

“Tim Halilintar Polsek Labuan menangkap seorang pemuda inisial AR (27),” ungkap Kapolsek Labuan Iptu Moh Fikri, di Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu 3 Maret 2021.

Ia mengatakan, penangkapan warga Kayuboko Parigi Moutong, dilakukan di Jalan Trans Tawaeli-Toboli Dusun IV Karumba, Desa Nupa Bomba, Tanantovea, Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu 3 Maret 2021, sekitar pukul 01.30 WITA.

AR warga Kayuboko Parigi Moutong diduga membawa paket diduga sabu yang nilainya sekitar 60 juta rupiah untuk diedarkan.

Baca juga: Peduli Warga Sigi, Desa Kayuboko Galang Bantuan

“Kami melakukan penangkapan setelah adanya informasi dari warga sekitar pukul 23.30 Wita,” jelasnya.

Menurut informasi warga, di Jalan Trans Tawaeli-Toboli, Desa Karumba, Tanantovea, Donggala, Sulawesi Tengah, sering dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu.

Dari informasi itu, sekitar pukul 01.30 WITA, lima personel Tim Halilintar turun ke lokasi dan mendapati seorang pemuda yang sedang duduk di atas sepeda motornya berhenti di tepi jalan.

Adapun barang bukti hasil pemeriksaan dan pengeledahan warga Kayuboko Parigi Moutong diantaranya. Sembilan bungkus besar dan dua bungkus kecil barang diduga narkoba jenis sabu senilai Rp 60 juta rupiah, uang Rp 808.000, dua unit handphone masing-masing merk Vivo dan Oppo warna hitam, korek api gas dua buah dan satu unit motor Merk Fino warna Hitam.

Ancaman hukuman penyalahgunaan Narkotika sudah ada dalam Undang-undang, diantaranya.

Pasal 114 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan I, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

Pasal 119 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan II, pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun. Dan pidana denda paling sedikit delapan ratus juta rupiah dan paling banyak delapan miliar rupiah.

Pasal 124 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan III, pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun. Dan pidana denda paling sedikit enam ratus juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah.

Ia menambahkan, terduga warga Kayuboko Parigi Moutong beserta barang bukti dibawa ke Mako Polsek Labuan, Donggala, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Dua Warga Parigi Tengah Parimo Positif Virus Corona

Laporan: Rafiq

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img