Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Wabup Resmikan Gedung Markas PMI Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Wabup Resmikan Gedung Markas PMI Parigi Moutong, Sulawesi Tengah
Foto: Peresmian Gedung PMI Parimo.

Gemasulawesi- Wabup Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, H Badrun Nggai, meresmikan gedung Markas PMI berlokasi di Jalan Pakabata Desa Boyantongo.

“Saya mengucapkan selamat karena telah memiliki gedung baru. Semoga bisa dijadikan pemicu semangat dalam melakukan pelayanan,” ungkap Wabup saat menyampaikan sambutannya, di acara peresmian gedung baru Markas PMI, Senin Senin 26 Juli 2021.

Wabup mengatakan, pembangunan gedung Markas PMI dibangun ditanah hibah dari Pemda Parimo, dengan luas lahan 7.600 m2 dan luas gedung baru 600 m2.

Baca juga: Masa Pemulihan Bencana Sulteng, Bantuan PMI Terus Mengalir

Pembangunan gedung Markas PMI itu, merupakan program pemulihan dukungan PMI pusat. Dan International  Federation of The Red Cross And Red Crescent Societies (IFRC) pasca bencana alam gempa bumi tahun 2018.

“Program pemulihan telah berjalan sejak tahun 2019 sampai dengan saat ini,” sebutnya.

PMI kata Wabup, merupakan salah satu organisasi sosial bergerak dalam bidang kemanusiaan.

PMI telah hadir ditengah-tengah masyarakat, bahkan menjadi garda terdepan jika terjadi bencana. Baik bencana alam mapun non alam, seperti pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh penjuru dunia.

“Insya allah kita dapat terhindar dari Covid-19, ini memang perlu kita waspadai. Kerena sekarang ini menurut data sudah berada di zona orange, atau sudah dekat dengan merah,” sebut Wabup.

Baca juga: Ini Wajah Baru Pengurus PMI Kecamatan Parigi

Wabup Resmikan Gedung Markas PMI Parigi Moutong, Sulawesi Tengah
Foto: Penyerahan Kunci Gudang baru Markas PMI, dari Perwakilan IFRC ke Pemda Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah.

PMI tetap jaga kemandirian

Saat peresmian gedung markas PMI, Noor Wachida Prihartini Tombolotutu sebagai Ketua PMI Parimo mengatakan, peran sebagai mitra pemerintah tetap menjaga kemandirian dan kenetralan. Dalam penyelenggaraan kepalangmerahaan kepada masyarakat, sangat penting dipertahankan.

Meskipun tidak dapat dipungkiri, PMI belum optimal dalam mencapai tujuan. 

“Sehingga kami memohon kepada stakeholder, PMI pusat dan IFRC untuk dapat membantu PMI kedepannya, agar lebih baik lagi,” tuturnya.

Pencapaian reportasi serta kinerja PMI saat ini, tidak lepas dari bimbingan dan bantuan dari PMI pusat serta IFRC sejak masa tanggap darurat bencana pada September 2018, hingga dimasa pandemi Covid-19 saat ini.

“Bahkan masih terus aktif memberikan pembimbingan dan motivasi kami, untuk berkembang menjadi organisasi yang kuat,” tutupnya.

Baca juga: PMI Parimo Bekali Relawan Analisa Potensi Bencana

Laporan: Novita Ramadhani   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post