Selasa, Mei 18, 2021

Wabup: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Akibat Faktor Ekonomi

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Wabup Parigi Moutong menyebut sering terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini, dipengaruhi faktor ekonomi rendah.

“Perlu ada perhatian serius agar mengurangi terjadi tindakan kekerasan,” ungkap Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, sering terjadi kekerasan juga sangat berpengaruh mental para korban. Baik itu gangguan fisik, psikis hingga menimbulkan trauma yang mendalam.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak kata dia, juga sebagai bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sehingga perlu diberikan perlindungan.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bentuk pelanggaran HAM. Maka perlu dilindungi utamanya harga diri dan martabatnya dengan fitrah serta kodratnya tanpa diskriminasi,” jelasnya.

Ia mengajak mewujudkan kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak, dengan terus meningkatkan pengetahuan tentang cara pencegahan dan penaganannya.

Sehingga, perlindungan bagi perempuan dan anak saat ini telah diupayakan pemerintah melalui berbagai program bertujuan untuk mencegah berbagai bentuk diskriminasi.

Melalui kegiatan pelatihan pemberdayaan organisasi perempuan dalam pencegahan dan pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak yang dicanangkan DP3AP2KB Parigi Moutong, semoga bisa menguranginya.

“Melihat pentingnya kegiatan ini, saya berpesan kepada peserta pelatihan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dalam memahami setiap materi yang di sampaikan narasumber,” tuturnya.

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DP3AP2KB Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, catat 66 kasus kekerasan perempuan dan anak tahun 2020.

“Dari puluhan kasus itu, pelecehan seksual masih dominan di Parimo,” sebut Kabid Perlindungan Perempuan, Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Parigi Moutong, Kartikowati.

Ia mengatakan, kasus kekerasan perempuan dan anak khususnya pelecehan seksual terhadap anak-anak, sebagai kelompok rentan kekerasan sekitar 23 kasus. Kemudian, lima kasus menimpa perempuan dewasa.

Lalu, kasus kekerasan perempuan dan anak lainnya adalah kekerasan dalam rumah tangga sebanyak 18 kasus. Lima kasus lainnya yakni kekerasan fisik terhadap anak dan dua kasus kekerasan psikis.

“Pada penyelesaian perkara kasus-kasus kekerasan terdapat 63 laporan polisi. Kemudian diselesaikan secara kekeluargaan 27 kasus. Telah selesai di Kejaksaan 19 perkara dan tiga perkara lainnya diselesaikan lewat pengadilan,” tutupnya.

Baca juga: Ini Cara DP3A Sulteng Tekan Kasus Kekerasan Anak Parigi Moutong

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article