2Banner GIF 2021

Wabup Bulukumba Minta Polisi Usut Pelaku Pemerasan Modus Video Call Seks

Wabup Bulukumba Minta Polisi Usut Pelaku Pemerasan Modus Video Call Seks
Foto: Illustrasi. Wabup Bulukumba Minta Polisi Usut Pelaku Pemerasan Modus Video Call Seks.

Gemasulawesi– Wabup Bulukumba, Edy Manaf minta polisi usut dan menindak pelaku pemerasan modus video call seks.

“Itu bisa berbahaya kalau tidak ditindak, karena bisa menjadi alibi untuk melakukan pemerasan,” ungkapnya di Bulukumba, Sabtu 23 Oktober 2021.

Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf, menjadi salah satu korban kasus pemerasan dengan modus video call seks (VCS) yang tengah marak terjadi itu.

“Saya menjadi korban pemerasan setelah mendapatkan panggilan melalui aplikasi Facebook Messenger sekitar dua minggu lalu,” sebutnya.

Baca juga: Polda: Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Diberhentikan Tidak Hormat

Baca juga: Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad: Perlu Percepatan Pembangunan di Kawasan Timur Indonesia

Ia mengaku kaget saat mengangkat panggilan itu dan melihat tampilan gambar tak senonoh.

“Dia ajak berkomunikasi dan langsung tekan screenshot dan yang muncul foto tidak senonoh,” katanya.

Baca juga: Bertambah, Dua Kasus Positif Corona di Bulukumba

Baca juga: ODGJ Ditemukan Meninggal dalam Box Jualan Warga di Kota Palu

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Kuantan Singingi Tersangka Suap Izin HGU Sawit

Politisi Partai Amanat Nasional itu mengaku langsung menutup telepon karena kaget. Namun, pelaku lebih cepat melakukan tangkapan layar pada saat video call.

“Kebetulan saat itu kepala saya kelihatan. Begitu kelihatan, dia langsung mengancam akan menyebarkan screenshot itu,” tuturnya.

Baca juga: Polisi Bekuk Pria Kerap Kirim Foto Tidak Senonoh di Tomohon

Baca juga: Edy: Kementrian Bantu Sektor Perikanan Parimo Sulawesi Tengah

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel Terbesar PT Jhonlin Agro Raya

Mantan anggota DPRD Sulsel ini menyebut video call seks itu sangat berbahaya karena bisa menjadi sebagai alat untuk melakukan pemerasan. Apalagi, kata dia, kejadian itu dialami banyak pihak.

“Banyak pejabat juga yang menjadi korban. Cuman tidak berani menyampaikan,” tutupnya. (a/**)

Baca juga: DPR Minta Gandeng Kepolisian Usut Dugaan Pemerasan Anggota BNPB

Baca juga: Pria di Morowali Modus Curi Handphone untuk Video Call Cabul

Baca juga: Kebut Vaksinasi, Parigi Moutong Sasar Warga Daerah Terpencil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post