Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Vonis Bebas, Satu Orang Terdakwa Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Vonis Bebas, Satu Orang Terdakwa Kasus Kebakaran Gedung Kejagung
Foto: Gedung Kejaksaan Agung yang Terbakar.

Berita nasional, gemasulawesi– Seorang terdakwa kasus kebakaran gedung Kejagung atas nama Uti Abdul Munir divonis bebas Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun, berbeda dengannya lima orang terdakwa kasus kebakaran Gedung Kejagung lainnya, dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

“Satu terdakwa lainnya yaitu Uti Abdul Munir divonis bebas. Dia merupakan mandor dalam pekerjaan ini,” Ketua Majelis Hakim Elfian saat membacakan putusan Majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 26 Juli 2021.

Baca juga: Mahkamah Agung Tolak Kasasi Vonis Djoko Tjandra

JPU sebelumnya menuntut Uti Abdul Munir terdakwa kasus kebakaran gedung Kejagung dengan pidana penjara 1,5 tahun.

JPU mengungkapkan, Uti Abdul Munir terdakwa kasus kebakaran gedung Kejagung awalnya diminta merenovasi salah satu ruangan di lantai enam Gedung Utama Kejagung.

“Uti merupakan mandor mempekerjakan lima terdakwa lainnya,” sebutnya.

Majelis hakim berpendapat, Uti Abdul Munir tidak ada di tempat kejadian saat kebakaran terjadi, 22 Agustus 2020.

Baca juga: Kejaksaan Tuntut Pidana Mati Tiga Terdakwa Kasus Narkoba Sulteng

Kuasa hukum nyatakan pikir-pikir atas vonis hukuman

Atas vonis hukuman ini, kuasa hukum terdakwa serta JPU menyatakan pikir-pikir.

Sementara lima terdakwa lainnya dijatuhi vonis hukuman satu tahun penjara. Kelima terdakwa adalah Imam Sudrajat, Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim yang merupakan pekerja bangunan.

Hakim Elfian mengatakan, Imam Sudrajat serta empat terdakwa lain terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana karena kealpaannya turut serta membahayakan barang dan nyawa orang lain.

“Menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa dengan pidana penjara maksimal selama satu tahun,” ujarnya.

Hal yang memberatkan terdakwa yaitu, perbuatan mereka menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, hal yang meringankan terdakwa yaitu para terdakwa berlaku sopan dan berterus-terang selama persidangan.

“Para terdakwa belum pernah dihukum dan para terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga,” katanya.

Vonis hakim ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu satu tahun penjara. Majelis hakim pun memerintahkan para terdakwa dilakukan penahanan. (***)

Baca juga: Kejagung Lidik Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post