Viral Chat Cabul kepada Penerima Vaksin di Boyolali

waktu baca 3 menit
Foto: Chat cabul whatsapp.

Berita nasional, gemasulawesi– Viral chat cabul terungkap dari foto tangkapan layar percakapan di WhatsApp. Oknum mengaku sebagai petugas Puskesmas di Boyolali, Jawa tengah meminta peserta vaksinasi mengirim foto payudaranya.

Itu diunggah akun Instagram @info_cegatan_boyolali pada Minggu 4 Juli 2021 viral dimedia sosial.

Unggahan viral chat cabul, seorang perempuan peserta vaksin covid 19 di Puskesmas Teras resah karena setelah mendapat vaksin, dia mendapat intimidasi melalui kiriman pesan melalui WhatsApp dari nomor yang mengatasnamakan Puskesmas Teras, Boyolali.

Korban mengikuti vaksinasi covid 19 di Puskesmas Teras, Kecamatan Teras, Boyolali pada 26 Juni 2021 lalu.

Setelah vaksin, korban mendapat telepon dan pesan melalui WA dari seseorang yang mengaku dari Puskesmas Teras. Petugas itu meminta foto-foto payudara korban dengan dalih pemantauan kesehatan untuk deteksi dini kanker.

Si pelaku mengatakan, pemeriksaan mendalam memang harus tatap muka. Namun karena kondisi kasus covid 19 sedang meledak, sehingga pemeriksaan awal melalui visual foto.

Si pelaku meminta foto organ intim korban secara detail dari berbagai sisi. Bahkan, juga memberikan tata cara memotretnya.

Akhirnya korban menanyakan tentang pesan itu ke Puskesmas Teras. Pihak Puskesmas lalu meminta nomor telepon ponsel yang menghubungi korban.

Kepala Puskesmas Teras, Titik Fauziyati, menegaskan nomor menghubungi peserta vaksin itu bukan milik pegawainya.

“Setelah kami kroscek itu bukan kontak (nomor HP) pegawai kami,” kata Kepala Puskesmas Teras, Titik Fauziyati, kepada wartawan Senin 5 Juli 2021.

Korban diakui memang mengikuti vaksinasi pada 26 Juni 2021 lalu di Puskesmas Teras. Kemudian pada hari Jumat korban menelepon pihak Puskesmas untuk menanyakan ada tidaknya pemantauan daring pasca vaksinasi.

“Kami jelaskan jika ada keluhan baru hubungi nomor itu yang tertera di kartu vaksinasi. Dari situ perempuan tadi langsung cerita kejadian tersebut,” jelasnya.

Program vaksinasi dijalankan sesuai petunjuk teknis (Juknis) Kemenkes RI. Mulai dari proses screening, vaksin dan edukasi. Pemeriksaan dilakukan ketika penerima vaksin ada keluhan dan menghubungi kontak yang di kartu vaksinasi.

Baca juga: 225 Guru di Parigi Moutong Suntik Vaksin Covid 19

“Jadi kalau ada keluhan baru dilakukan pemeriksaan dan pemeriksaan vaksinasi. Tidak ada yang harus memfoto bagian tubuh seperti itu,” terang dia.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan hati-hati jika menerima informasi dari sumber yang tidak bertanggung jawab. Salah satu cara yang bisa ditempuh yakni dengan memastikan kebenarannya dengan menghubungi pihak berwenang.

Baca juga: Tiga Puskesmas di Parigi Moutong Resmi Beroperasi

“Jangan sampai ada kejadian serupa, apalagi ini program pemerintah untuk menuntaskan pandemi,” kata dia.

Atas kejadian itu, korban, dan pihak Puskesmas Teras kemudian melapor ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Rekomendasi PTM Terbatas Parigi Moutong Belum Keluar

Menanggapi hal itu, Kapolsek Teras, AKP Agus Marjoko, membenarkan adanya aduan kejadian yang menjurus ke tindak asusila tersebut. Ada dua korban yang melapor dan salah satu korban sudah mengirimkan foto tersebut.

“Untuk penanganan kasus ini, kami limpahkan ke Polres, ke Unit PPA (pelayanan perempuan dan anak),” tutupnya. (***)

Baca juga: Pemkot Palu Wajibkan 80 Persen Warga Divaksin Pekan Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.