2Banner GIF 2021

Verifikasi Validasi DTKS Parigi Moutong Dibawah 50 Persen

Verifikasi Validasi DTKS Parigi Moutong Dibawah 50 Persen
Foto: Pengelola Data Dinsos Parigi Moutong, Ayub Ansari.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sebut verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS, dibawah 50 persen.

“Data itu dibawah dari target data ditetapkan pada pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes),” ungkap Pengelola Data Dinsos Parigi Moutong, Ayub Ansari, di ruang kerjanya, Senin 31 Mei 2021.

Ada beberapa kecamatan di Parigi Moutong sudah memasukan data verifikasi dan validasi DTKS. Saat ini sedang dalam pengelolaan.

Terdapat data tidak sesuai, antara yang ditetapkan dalam Musdes dan terkirim ke Kemensos.

“Kami hanya diberi waktu dua minggu menggunakan aplikasi finalisasi DTKS dari Kemensos. Itu menjadi kendala utama,” tuturnya.

Baca juga: Sekda Minta Pemdes Verifikasi Kelayakan Data DTKS Parimo

Selain itu, verifikasi yang dilakukan pihaknya bersamaan dengan pendataan yang dilaksanakan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan sasaran Indeks Desa Membangun (IDM).

“Sementara sebagian petugas kami, ada di dalam tim itu. Kalaupun mereka tidak dipakai, petugas kami akan kewalahan bergerak, karena semua unsur didesa ada dalam tim pendataan Kemendes itu,” jelasnya.

Baca juga: Parimo Bentuk Tim Teknis Verifikasi Tambahan Bantuan Rumah Rusak

Selain itu letak geografi Parigi Moutong juga menjadi kendala. Misalnya di Kecamatan Palasa, ketika petugas tiba di daerah pegunungan, tidak menemukan orang yang masuk dalam data, karena yang bersangkutan sering mengganti nama.

Persoalan itu hanya bisa teratasi dengan adanya petunjuk aparat desa. Tetapi petugas itu, tidak berada ditempat karena tugas lain.

“Berdasarkan ketetapan Musdes, data yang seharusnya masuk untuk dilaporkan sebanyak 61.139 jiwa,” sebutnya.

Namun, hingga hari ini proses verifikasi dan validasi DTKS belum mencapai target. Pihaknya telah meminta perpanjangan waktu dan disetujui hingga 10 Juni mendatang.

Sebab, dengan kondisi saat ini pihaknya tidak ingin memaksakan petugas untuk menyelesaikan data, yang pada akhirnya masih juga ditemukan data-data yang tidak valid.

“Ketua tim menyetujui, dengan pertimbangan untuk apa memaksanakan tepat waktu, tetapi hasilnya tidak maksimal,” tutupnya.

Baca juga: Ini Cara Cek Penerima BST Kemensos Pada Laman DTKS

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post