Home Kesehatan Prof Sri: Vaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara

Prof Sri: Vaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara

Prof Sri Rezeki HadinegoroVaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara Badan POM Imunisasi
Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro

Berita nasional, gemasulawesi– Pejuang kesehatan Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro menyebut vaksinasi atau imunisasi adalah standar kesejahteraan sebuah negara.

Cakupan vaksinasi yang luas, memberi gambaran sejauh mana negara itu maju baik secara ekonomi atau sosialnya.

“Jadi, kalau mau melihat standar sejahteranya satu negara, imunisasi adalah salah satu indikatornya,” ungkap Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro dalam Dialog Produktif bertema ‘Berjuang Tanpa Lelah Menyiapkan Vaksin’ yang digelar di Media Center Komite Penanganan covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Selasa 10 November 2020.

Dalam upaya pencegahan penyakit kata dia, ada dua aspek dasar yang harus dipenuhi oleh negara: air bersih yang merata dan vaksinasi atau imunisasi.

Baca juga: Badan POM Kawal Keamanan Khasiat dan Mutu Vaksin Covid 19

Saat dua hal ini bisa disediakan negara, maka 70 persen masalah kesehatan anak terkait infeksi dapat diatasi.

Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin melalui disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu.

Sedangkan, imunisasi merupakan proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Imunisasi terbagi menjadi imunisasi aktif dan pasif.

Vaksinasi termasuk dalam imunisasi aktif sebagai upaya memicu tubuh mengeluarkan antibodi terhadap penyakit tertentu.

Baca juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin, Butuh Kepastian Keamanan dan Mutu

Berbeda dengan imunisasi pasif yang berarti tubuh diberikan antibodi dan bukan dipancing untuk menghasilkan ketahanan tubuh, misalnya suntikan imunoglobulin.

Imunisasi aktif dapat bertahan lebih lama untuk jangka panjang hingga seumur hidup, sedangkan imunisasi pasif hanya bertahan dalam hitungan minggu hingga bulan.

Mengenal Prof Sri

Saat ini Indonesia masih berjuang untuk dapat memproduksi vaksin covid 19 secara mandiri.

Dibalik upaya ini, ada orang-orang yang memiliki andil besar. Salah seorang dari mereka adalah Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro.­­­­­­­­

Perempuan kelahiran Solo, 14 Mei 1946 ini, mulai akrab dengan vaksin sejak dia bergelut dengan penyakit infeksi pada anak-anak.

Baca juga: Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting

Bagi Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, kesehatan anak adalah ilmu tersulit dalam kedokteran. Alasannya sederhana, bayi dan anak-anak sulit untuk ditanya sehingga dokter punya tantangan tersendiri dalam memberikan diagnosis.

Berangkat dari minat yang digelutinya, Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro berpikir bahwa imunisasi perlu dilakukan lebih masif untuk mencegah terjangkitnya penyakit infeksi pada anak-anak.

Seiring berjalannya ­­­waktu, Prof Sri kemudian bertugas di RS Cipto Mangunkusumo dan semakin banyak bergelut dengan penyakit infeksi pada anak-anak.

Perjalanan Prof Sri dalam memperjuangkan imunisasi semakin matang setelah dirinya didapuk sebagai Ketua Satgas Imunisasi dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan menjadi Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sampai saat ini.

Baca juga: Disiplin, Vaksin Virus Corona Terbaik

Sejak awal, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia ini menyadari bahwa permasalahan kesehatan anak-anak Indonesia cukup besar.

Kesadaran tentang betapa pentingnya vaksin semakin terpupuk setelah dirinya pindah tugas ke Jakarta dan merintis program karang balita, yang kemudian bertransformasi menjadi posyandu.

Perempuan yang dilantik sebagai Guru Besar FKUI pada 2010 lalu ini, menempuh pendidikan kedokterannya di Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung dan lulus pada tahun 1972.

Kemudian melanjutkan ke program spesialis FKUI dengan spesialisasi Ilmu Kesehatan anak hingga tahun 1983.

Gelar doktor ilmu kesehatan anak didapatnya dari Universitas Indonesia pada tahun 1996. Selain itu, Prof.Sri juga sempat menempuh pendidikan tambahan di Jepang.

Baca juga: 18 Tambahan Baru, Positif Covid 19 Sulteng Tembus 817 Kasus

Peran Badan POM Terkait Vaksin Covid 19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) menjaga dan kawal keamananan, khasiat serta mutu vaksin covid 19.

Dengan memprioritaskan asas kehati-hatian dan kemanfaatan, vaksin benar-benar diupayakan agar memberikan khasiat sebesar-besarnya untuk masyarakat luas.

Ada tiga hal yang tidak bisa ditawar sedikitpun dalam hal vaksin, yaitu keamanan, khasiat dan mutu. Apalagi saat pandemi ini dimana kehadiran vaksin jadi hal yang sangat penting.

Indonesia telah mempunyai beberapa kandidat vaksin covid 19 yang akan digunakan untuk pemulihan kesehatan masyarakat luas.

“Sebagai lembaga pemerintah di bidang pengawasan obat dan makanan, Badan POM mengambil langkah-langkah strategis pengawalan penyediaan vaksin covid 19 dengan tetap mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat,” ujar Dra. Togi J Hutadjulu Apt MHA, Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan POM.

Badan POM sebagai bagian dari Komite Penanganan covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) memperhatikan arahan Presiden Joko Widodo tentang perlunya kehati-hatian terkait rencana vaksinasi covid 19 kepada masyarakat luas.

Vaksin covid 19 harus melalui tahap penelitian yang baik dan benar sebelum dinyatakan siap dan aman diberikan kepada masyarakat.

Badan POM memiliki standar dalam pemberian izin penggunaan vaksin, yaitu harus melalui proses uji klinik atau uji kepada manusia untuk pembuktian keamanan, khasiat dan mutunya.

Mutu produk juga harus dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Setelah proses evaluasi tersebut dilalui dan vaksin dianggap memenuhi syarat dari aspek keamanan, khasiat, dan mutu, barulah Badan POM dapat memberikan perizinan penggunaan.

Izin Penggunaan Darurat Vaksin

Satgas Imunisasi IDAI menyebut izin penggunaan darurat vaksin covid 19 mesti memperhatikan beberapa aspek.

“Izin itu diberikan badan regulator di negara masing-masing, untuk Indonesia itu berarti Badan POM. Penting diketahui juga persetujuan darurat itu hanya untuk pemakaian terbatas di saat pandemi dan EUA bukanlah izin edar. Tentunya EUA harus perhatikan aspek keamanan, khasiat dan mutu,” ungkap Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof Dr dr Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, di Jakarta, Rabu 4 November 2020.

Sebagaimana telah disebutkan, salah satu cara percepatan yang diperbolehkan adalah dengan adanya Izin Penggunaan Darurat atau EUA.

Ia juga mengatakan, Izin Penggunaan Darurat yang diberikan badan regulator mempertimbangkan rasio kemanfaatan dan risiko, berdasarkan seluruh data mutu, non klinik dan klinik serta risiko kondisi kesehatan masyarakat yang ditimbulkan penyakit.

Selain itu, data uji klinik untuk memastikan keamanan dan khasiat serta mutu vaksin untuk digunakan masyarakat.

“Menurut WHO, syarat sebuah vaksin dapat diberikan EUA adalah minimal 50 persen relawan sudah divaksinasi secara penuh dan terus dipantau selama 3 bulan setelah suntikan terakhir. Hal itu juga berlaku untuk vaksin jadi yang diimpor,“ jelasnya melalui pesan singkat.

Prof Cissy yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menjelaskan, semenjak pemerintah mendeklarasikan Indonesia terkena Pandemi covid 19 pada ada awal Maret lalu. Jumlah kasus covid 19 terus meningkat sampai saat ini.

Usaha untuk menurunkan atau memutus rantai penularan telah dilaksanakan. Namun, masyarakat masih banyak yang tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan dan masih senang berkumpul dan tidak menghindari kerumunan. Oleh karena itu dibutuhkan usaha lain untuk mengurangi transmisi virus yaitu dengan vaksin.

Indonesia membutuhkan vaksin untuk melindungi rakyatnya terhadap penularan virus SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan covid 19.

“Secara normal pengembangan suatu vaksin baru memerlukan waktu lama. Namun, WHO memperbolehkan adanya percepatan pengembangan vaksin covid 19 karena kebutuhan yang mendesak saat pandemi,” tutupnya.

Baca juga: Sulteng Tambah Empat, Kota Palu Sumbang Dua Positif Covid 19

(KPC PEN/Kominfo)

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.