Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Vaksinasi Remaja di Parigi Moutong Alami Tren Peningkatan

Vaksinasi Remaja di Parigi Moutong Alami Tren Peningkatan
Foto: Illustrasi Vaksinasi Remaja di Parigi Moutong Alami Tren Peningkatan.

Gemasulawesi– Antusias remaja untuk menjalani vaksinasi Covid19 di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus meningkat, jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Remaja yang datang jalani vaksinasi ke Puskesmas khususnya remaja, semua karena keinginan mereka sendiri,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Fauziah Al Hadad, saat dihubungi, Jum’at 10 September 2021.

Dia mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan terkait situasi vaksinasi Parigi Moutong, target vaksinasi remaja sebanyak 49,742 jiwa, yang telah menjalani vaksinasi dosis pertama 3,741 jiwa atau 7.52 persen dari sasaran.

Baca juga: Satgas Penanganan Covid19 Sasar Remaja untuk Jalani Vaksinasi

Selanjutnya, remaja yang telah menjalani vaksinasi kedua sebanyak 48 jiwa atau 0.10 persen dari sasaran.

Menurut dia, rata-rata remaja yang mendatangi Puskesmas untuk menjalani vaksinasi didampingi orang tuanya.

Bahkan, di Puskesmas Kasimbar saja sebanyak 100 lebih orang tua atau wali anak tanpa paksaan menandatangi surat persetujuan agar anaknya mendapatkan vaksinasi.

Baca juga: Polisi Ringkus Dua Remaja Pembawa Narkoba di Sigi

Pihaknya menilai keinginan orang tua agar anaknya  mendapatkan vaksinasi, karena mulai menyadari vaksin sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada anaknya agar tidak terpapar Covid19.

“Apalagi sebentar lagi PTM akan dilaksanakan di Parigi Moutong, sehingga anak perlu mendapatkan vaksin. Di samping itu, karena ini merupakan program pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Amankan Remaja Pesta Miras di Banggai

Dia menjelaskan, terkait persejutuan orang tua dengan surat pernyataan, tidak menjadi sebuah keharusan untuk disertakan ketika remaja akan menjalani vaksinasi.

Sebab, pada dasarnya ketika masyarakat ingin mendapatkan vaksin, harus mendatangi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, sebelumnya harus menjalani screening terlebih dahulu.

Baca juga: Total 100 Ha Program Peremajaan Kelapa di Parimo

Dari hasil pemeriksaan itu, jika dianggap layak akan langsung disuntikan vaksin, sebaliknya apabila ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan maka penyuntikan ditunda.

“Untuk remaja usia 12-18 tahun vaksin diberikan adalah Sinovac. Kemudian, diusia 18 tahun ke atas vaksinnya Moderna,” sebutnya. (***)

Baca juga: Remaja Curi Alat Elektronik Buat Beli Narkoba di Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post