Vaksinasi Nakes, Parimo Butuh 5 Ribu Dosis Vaksin

Vaksinasi Nakes, Parimo Butuh 5 Ribu Dosis Vaksin
Foto: Illustrasi Penyuntikan Vaksin Covid 19.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Guna kebutuhan vaksinasi Tenaga kesehatan atau Nakes, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah membutuhkan 5 ribu dosis vaksin.

“Dosis vaksin itu disesuaikan dengan jumlah data Nakes yang tersebar di rumah sakit pemerintah dan swasta serta Puskesmas,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Parimo di ruang kerjanya, Selasa 12 Januari 2021.

Pelaksanaan vaksinasi covid 19 tahap awal ini diprioritaskan untuk Nakes. Jadi, satu botol vaksin diperuntukkan satu orang.

Dan penyuntikan vaksin covid 19 dilakukan sebanyak dua kali per orang. Sehingga, diperkirakan jumlah vaksin yang dibutuhkan sekitar 5 ribu dosis.

Baca juga: 18 Tambahan Baru, Positif Covid 19 Sulteng Tembus 817 Kasus

“Semua Nakes di wilayah Kabupaten Parimo dipastikan mendapat vaksinasi covid 19,” tegasnya.

Dinkes Tunda Jemput Vaksin Covid 19

Dinkes Parimo tunda untuk menjemput paket vaksin Covid 19 ke Provinsi Sulawesi Tengah.

“Informasi dari Dinas Kesehatan Sulteng menyebut vaksin itu belum dapat diedarkan,” tutur Wulandari.

Walaupun sebelumnya, dijadwalkan penjemputan vaksin covid 19, Selasa 12 Januari 2021.

Dengan demikian, terkait penjemputan vaksin covid 19 itu pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng.

Baca juga: Dunia Kesehatan Sambut Positif Vaksin Covid 19 di Indonesia

“Jadi, penjemputan tahap awal vaksin covid 19 itu sebanyak 5 ratus paket. Menyesuaikan dengan kondisi penyimpanan masih terbatas,” jelasnya.

BPOM Resmi Terbitkan Izin Edar Vaksin Covid 19 Sinovac

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin Covid 19 Sinovac.

Dengan demikian, vaksin Sinovac telah mendapat izin untuk digunakan dalam vaksinasi.

“Pada hari ini, Senin tanggal 11 Januari 2021, Badan POM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency, emergency use authorization untuk vaksin Covid 19 yang pertama kali kepada vaksin Corona vax produksi Sinovac Biotech Incorporated yang bekerja sama dengan PT Bio Farma,” ungkap Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers daring, Senin 11 Januari 2021.

Baca juga: Ratusan Nakes Ikuti Swab Massal RSUD Poso

Ia mengatakan, izin penggunaan darurat ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaskin yang dilakukan di Bandung.

Selain itu, BPOM juga mengkaji hasil uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Turki dan Brasil.

Berdasarkan analisis terhadap hasil uji klinis, BPOM memastikan bahwa vaksin Covid 19 asal Sinovac aman.

“Secara keseluruhan menunjukkan vaksin corona vax aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang,” ujar Penny.

Baca juga: Pasien Covid RSUD Poso Diarahkan ke Rumah Sakit Lain

Selain melakukan analisis terhadap keamanan vaksin Sinovac, BPOM juga meneliti khasiat atau efikasi vaksin.

Hasilnya, vaksin Sinovac dinyatakan mampu membentuk antibodi di dalam tubuh dan mampumembunuh atau menetralkan virus (imunogenistias).

Ia mengatakan, hasil analisis terhadap uji klinis fase III di Bandung menunjukkan efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen.

“Hasil itu sudah sesuai dengan persyaratan WHO di mana minimal efikasi vaksin adalah 50 persen,” tutupnya.

Baca juga: Pengadaan 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac Telan Anggaran 633 milyar

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post