Masyarakat Parigi Moutong Dihimbau Tidak Percaya Informasi Hoax

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kapolres Parigi Moutong, Yudy Arto Wiyono, S.I.K. (foto/Istimewa)

Parigi Moutong, gemasulawesi.com- Masyarakat Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, diminta untuk tidak mempercayai informasi maupun berita yang bersifat hoax terkait vaksinasi covid-19 di Parigi Moutong.

Hal itu diungkapkan Kapolres Parigi Moutong, AKBP Yudy Arto Wiyono, S.I.K saat memantau pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di SDN 3 Parigi Kabupaten Parigi Moutong, Rabu 26 Januari 2022.

Baca: Viral, Info Hoax Perpanjangan PPKM di Jawa Timur

“Masyarakat jangan mempercayai berita atau informasi yang tidak diyakini kebenarannya. Khususnya terkait vaksinasi covid-19, sebaiknya mengkroscek dulu kebenaran informasinya baru dibagikan,” tuturnya.

Mengantisipasi berbagai berita dan informasi yang bersifat hoax, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan orang tua siswa khususnya.

Lanjut dia, sumber informasi harus menjadi acuan utama bagi masyarakat dalam menerima berita.

Baca: Kapolda Sulteng: Pers Berperan Tangkal Hoax

“Berita hoax hanya membuat kegaduhan dalam masyakarat, dan hukum akan menjerat pembuat maupun penyebar berita hoax tersebut. Jadi hati-hati dalam mengolah informasi yang belum diyakini kebenarannya,” tekannya.

Terkait vaksinasi covid-19 kata Yudi, itu sudah melalui kajian matang dan rangkaian uji klinis sebelum diedarkan ke masyarakat secara luas.

Ia menambahkan, pihak BPOM juga telah memberikan sertifikasi layak dan sehat untuk digunakan anak maupun orang dewasa hingga lansia.

“Masyarakat untuk tenang dan tetap percaya jika vaksin ini tidak memberikan efek seperti isu-isu yang beredar di luar saat ini. Pemerintah tidak mungkin merugikan masyarakat terkait upaya vaksinasi anak, dewasa maupun lansia ini,” pungkasnya. (wd/fan)

Baca: Hoax Video Pasien Positif Corona di Sulawesi Tengah Meninggal Beredar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.