Selasa, April 13, 2021
BerandaSulawesi TengahIni Target Penerima Vaksin Covid 19 Sulteng

Ini Target Penerima Vaksin Covid 19 Sulteng

- Advertisement -spot_img

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi- Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng menyebut, vaksin covid 19 yang telah tiba di Kota Palu diperuntukkan kepada beberapa target penerima.

“Pada tahap awal vaksinasi covid 19, vaksin akan diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, pegawai pelayanan publik, lansia, kelompok rentan dan kemudian ke masyarakat umum,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, I Komang Adi Sujendra, di Kota Palu, Selasa 5 Januari 2021.

Jadi kata I Komang, proses vaksinasi covid 19 akan dilakukan secara bertahap.

Ia melanjutkan, Kabupaten lain juga akan mendapatkan distribusi vaksin dari 11.000 vaksin Sinovac sebagai bagian vaksinasi tahap pertama.

Baca juga: Prof Sri: Vaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara

“Rencana vaksinasi tahap kedua, pendistribusiannya dari pemerintah pusat ke Provinsi Sulawesi Tengah pada April 2021 mendatang,” tuturnya.

Jelasnya, proses pendistribusian ke kabupaten masih menunggu instruksi lebih lanjut.

Saat ini kata dia, kebutuhan tenaga medis saat ini terdata 22.116 orang. Proses pendistribusian vaksin covid 19 Sulteng ini juga dikawal ketat pihak kepolisian bersenjata lengkap.

Baca juga: Vaksinasi Covid 19 Mandiri Bagi Masyarakat Mampu

Pelaksanaan Vaksin Dua Periode

Juru Bicara Vaksin Covid 19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi selama 15 bulan akan berlangsung dalam 2 periode, yakni Periode 1 berlangsung dari Januari hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.

Periode kedua berlangsung selama 11 bulan, yaitu dari April 2021 hingga Maret 2022 untuk menjangkau jumlah masyarakat hingga 181,5 juta orang.

“Hal ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang muncul sebelumnya bahwa dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi di Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: Data 3 Januari 2020, Bertambah 31 Pasien Sembuh Covid Sulteng

Ia menjelaskan yang dimaksud 3,5 tahun itu adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia, bukan untuk Indonesia.

Sebelum dan saat proses vaksinasi berlangsung, pemerintah tetap mendorong seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Vaksin bersama, penerapan disiplin 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) dan penguatan 3T (Tracing, Testing, Treatment) merupakan upaya lengkap dalam menekan penyebaran Covid 19 secara efektif.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi tenaga kesehatan dan petugas publik dan memprioritaskan mereka untuk menjadi kelompok pertama bersama pemerintah yang akan menerima vaksinasi,” tutur dr Nadia.

Vaksin sangat penting bukan hanya untuk melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, namun juga melindungi keluarga mereka, keluarga pasien, serta masyarakat secara luas.

“Kita sangat berharap dengan adanya vaksin, maka tenaga kesehatan, khususnya, dapat segera pulang dan bertemu dengan keluarga mereka,” tambahnya.

Karena pentingnya proses vaksinasi, maka pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menghadirkan vaksin yang aman dan efektif sesuai saran dari ITAGI, WHO, dan para ahli, untuk seluruh masyarakat Indonesia secara cuma-cuma.

Hingga saat ini, Indonesia masih menunggu izin penggunaan darurat vaksin Covid 19 dari BPOM.

Jika izin itu sudah keluar, vaksinasi dapat segera dilaksanakan secara bertahap di 34 provinsi.

“Secara total, kita membutuhkan waktu 15 bulan, mulai Januari 2021 hingga Maret 2022, untuk menuntaskan program vaksinasi Covid 19 di 34 provinsi dan mencapai total populasi sebesar 181,5 juta orang,” tutupnya.

Baca juga: Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.