Usut Tewasnya Pekerja GOR, Polres Akan Hadirkan Saksi Ahli

0
128
Usut Tewasnya Pekerja GOR, Polres Akan Hadirkan Saksi Ahli
Ilustrasi Proyek Bangunan (Gemasulawesi)

Mamuju, gemasulawesi.com Usut tewasnya pekerja proyek GOR Mamuju yang tertimbun longsor, Satuan Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Mamuju, Sulawesi Barat, akan hadirkan saksi ahli.

Polres Mamuju masih mendalami penyebab tewasnya salah seorang pekerja bangunan GOR Tipe B Mamuju, Sugianto.

“Adanya dugaan pelanggaran hukum, Polres Mamuju berinisiatif meminta saran dari saksi ahli,” ungkap Kasatreskrim Polres Mamuju, AKP Samsuriansyah, belum lama ini.

Ia mengaku, untuk usut korban proyek GOR, pihaknya sudah memeriksa tiga rekan korban. Dan sudah memasang garis polisi di lokasi dan menghentikan sementara pengerjaan proyek pembangunan GOR.

Dalam proses penyelidikan lanjut dia, pihak juga akan memanggil kontraktor pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan terkait kejadian yang menimpa Sugianto.

Sementara itu diketahui, proses pembangunan GOR dipersiapkan sebagai salah satu venue pada Pekan Olahraga Antar Provinsi (Porprov) IV Sulawesi Barat. Dan Kabupaten Mamuju dipercayakan sebagai tuan rumah.

“Kami masih melidik dan meminta keterangan tiga orang rekannya yang mengetahui detail kejadian nahas saat itu,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, pekerja proyek GOR Mamuju yang tewas bernama Sugianto. Umur kurang lebih 27 tahun, warga Dusun Salutawar, Desa Tadui, Kecamatan Mamuju.

“Korban meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WITA,” ungkap Amir salah satu pekerja proyek GOR Mamuju, di lokasi proyek GOR Jalan Baharuddin Lopa, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Selasa, 27 Agustus 2019.

Ia menceritakan, Sugianto tewas saat sedang membersihkan lubang pemasangan cakar ayam bangunan GOR sedalam tujuh meter bersama sepupu korban bernama Radinal.

Saat berada dalam lubang cakar ayam lanjut dia, tiba-tiba Radinal merasakan tanah di sekitar lubang bergoyang disusul longsoran tanah. Radinal saat itu berhasil dengan cepat keluar dari lubang. Sementara nahas bagi korban tewas tidak bisa menyelamatkan diri.

“Radinal kemudian berteriak minta tolong. Namun, korban sudah tidak bisa lagi diselamatkan,” jelasnya.

Korban berhasil dievakuasi dengan menggunakan alat berat. Proses evakuasi berlangsung hampir tiga jam. Dari pukul 09.30 sampai pukul 11.00 mengingat kondisi tanah yang berair dan tanah padat yang menimbun jenazah Sugianto.

Diketahui, pembangunan gedung olahraga itu adalah proyek Dana Alokasi Khusus Dinas Pendidikan Mamuju tahun 2019 yang dikerjakan PT. Passokorang dengan anggaran sekitar Rp 12 Miliar.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan