Oknum Aspidum Kejati Sulawesi Tengah Usir Tim Jurnalis

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Oknum Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), Jumat 22 Juli 2022, bersikap arogan dan mengusir tim jurnalis live streaming saat perayaan Hari Bhakti Adhyaksa ke- 62 di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah.

Aksi arogan Aspidum usir ke tim jurnalis live streaming yang ingin meliput.

Berawal dari beberapa tim jurnalis yang ingin melakukan siaran langsung tergabung dalam berbagai media di kota Palu, atas permintaan pihak penerangan umum (penum) Kejati Sulawesi Tengah di kegiatan HBA-62.

Salah satu wartawan tim siaran langsung yang juga Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, Moh. Iqbal sekitar pukul 06.00 WITA berada di lapangan Kejati Sulawesi Tengah mengatur peralatan live kamera, kabel dan alat-alat lainnya.

Baca: Tiga Warga Gowa Tewas Saat Bersihkan Sumur Tua

Sekitar pukul 06.30 WITA, saat Iqbal coba merapikan kabel kamera, Fitrah, Aspidum Kejati Sulawesi Tengah, tiba-tiba datang dan langsung menegurnya dengan nada tinggi.

Padahal, saat itu seluruh peralatan siaran langsung sudah siap mengudara, hanya tinggal menunggu kabel-kabel yang melintasi di jalan masuk ke lapangan upacara untuk dirapikan.

“Sabar pak, sementara kita rapikan agar tidak menggangu,” ucap Ikbal, yang akrab disapa Ballo, sembari menata kabel untuk dilakban.

Sayangnya, penjelasan Ikbal membuat Fitrah Aspidum Kejati Sulawesi Tengah tak puas. Selain membentak, dia juga usir kru jurnalis live streaming.

“Tidak Becus, buat apa kalian disini, pulang saja!” bentaknya.

Sharfin yang juga tim live streaming menanggapi teguran keras tersebut dengan mengatakan mereka bukan bawahan kejaksaan yang bisa dibentak sesuka hati.

Ia mengatakan, bahwa mereka adalah jurnalis, Abdee Mari dari tvOne, sementara Ikbal yang dibentak oleh Aspidum Kejati Sulawesi Tengah Fitrah merupakan jurnalis CNN, dia sendiri dari NET dan juga Dhani dari RTV. Mereka hadir atas permintaan pihak Penkum.

Tapi Fitrah tetap ngotot dengan nada tegas dan mengusir. Koordinator siaran langsung Abdee Mari, yang merasa diperlakukan kasar dan diusir, akhirnya meminta tim siaran langsung untuk menghentikan pemberitaan dengan meninggalkan tempat acara.

Saat coba meninggalkan lokasi, Fitrah yang baru mengetahui bahwa tim live streaming itu dari televisi nasional kemudian berusaha mencari Ikbal dan kawan-kawan untuk meminta maaf.

“Maaf, saya lelah dan stres karena ada masalah di rumah,” jelasnya, namun Ikbal dan kawan-kawan sudah meninggalkan tempat tersebut.

Hal tersebut dibenarkan Abdy Mari (jurnalis tvOne) selaku koordinator siaran langsung tersebut. Kejadian ini memaksa tim untuk merapikan alat-alat yang sudah siap untuk siaran langsung.

Abdy mengatakan, ini mendorong mereka untuk mundur diri, sikap yang sangat tidak pantas dari seorang pejabat Kejati, yang begitu kasar kepada timnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Negeri Sulawesi Tengah, Reza Hidayat, SH.MH mengaku melalui pesan WhatsApp bahwa dirinya tidak hadir pada saat kejadian.

“Saya tidak berada di lokasi saat kejadian. Nanti saya kumpulkan informasinya agar bisa di konfirmasi,” tulis Reza. (*/Ikh)

Baca: Perpustakaan Digital Pertama di Sigi Kembangkan Literasi Siswa

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.