Usai Bunuh Bayinya, Seorang Ibu di Jawa Timur Malah Pergi Gathering

waktu baca 3 menit
(Ilustrasi)

Berita Hukum, gemasulawesi – Usai bunuh bayinya, diketahui seorang ibu inisial ES malah pergi ikut gathering suami ke Yogyakarta, bayi laki-laki berusia lima bulan berinisial AD meninggal dunia dalam kondisi membusuk di sebuah rumah Siwalankerto Tengah, Kecamatan Wonocolo, Jawa Timur, pada Sabtu 25 Juni 2022, ternyata meninggal dianiaya oleh ibunya sendiri.

Kepala Kepolisian Wonocolo, Roycke Hendrik Fransisco Betaubun mengatakan ES adalah istri siri yang tinggal di Siwalankerto Tengah. Ibu ES, EBS yang semula tinggal di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, kemudian tinggal di rumah menantunya di Siwalankerto Tengah.

“Pasangan ini sudah lima tahun menikah siri ” ucapnya di Markas Polsek Wonocolo, Surabaya, Pada Minggu 26 Juni 2022.

Kejadian seorang ibu yang tega bunuh bayinya sendiri terjadi karena sering terjadi pertengkaran antara ES dan suaminya.

Baca: Kuasa Hukum Dito Mahendra Beberkan Alasan Nikita Mirzani Dilaporkan

Dari hubungan keluarga tidak resmi ini, pasangan ES ini dikaruniai dua orang putra. AD yang menderita gizi buruk atau stunting merupakan anak kedua. Pasangan ini, lanjut Roycke, sering bertengkar. Faktor-faktor apa saja yang sering menimbulkan perselisihan masih dalam penyelidikan. Pertengkaran antara ES dan suaminya kembali terjadi pada Rabu malam, 22 Juni 2022.

Ia mengatakan, selama pertengkaran, korban sering menangis dan rewel.

Saat itu, AD baru saja dimandikan lalu dipakaikan baju oleh neneknya EBS. Setelah itu, bayi itu diserahkan ke ES dan ditidurkan di buaian di lantai satu. Entah bagaimana, ketika pertengkaran pecah, ES yang emosional melampiaskan kemarahannya pada bayi itu. Tubuh AD terlempar ke permukaan kasur. Kemudian tubuh AD terbalik dan dipukul di bagian punggung.

AD tidak lagi menangis. Seperti tertidur. Pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, ES membawa bayi tersebut ke lantai dua dan menyerahkannya kepada EBS. Saat itu, EBS melihat punggung cucunya membiru.Tubuhnya lemas dan suhu tubuhnya dingin.

EBS menduga cucunya sudah meninggal karena tidak bergerak dan tidak mengeluarkan suara meski sudah dibangunkan berkali-kali. EBS, kata Roycke, kemudian memberi tahu ES tapi dia tidak peduli. ES bahkan meminta ibunya untuk merahasiakannya dan tidak memberi tahu siapa pun.

“Menurut penjelasan dari ibunya si pelaku takut karena diancam,” katanya.

Seperti tak bersalah ES berjalan bersama suami dan anak pertama mereka ke gathering kantor suaminya di Gunung Kidul, Yogyakarta pada Jumat 24 Juni 2022.

EBS, tidak dapat menerimanya, memberi tahu tetangganya, Adam. Informasi itu kemudian diteruskan ke polisi pada Sabtu siang, 25 Juni 2022.

Roycke mengatakan, berdasarkan hasil otopsi, dipastikan punggung dan kepala korban terkena benda tumpul. Bahkan, keluar cairan dari belakang kepala korban.

Diduga ada gumpalan cairan karena dihempaskan oleh tersangka ES. Tersangka mengakui perbuatannya. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

“Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” ucap Kepala Kepolisian Sektor Wonocolo Komisaris Polisi Roycke Hendrik Fransisco Betaubun. (*Ikh)

Baca: Antisipasi Wabah PMK, Pemkot Makassar Gelar Sosialisasi Perwali

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.