Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Update Gempa Majene, 28 Meninggal dan Ratusan Luka-Luka

Update Gempa Majene, 28 Meninggal dan Ratusan Luka-Luka
Foto: Rumah Roboh, Usai Diguncang Gempa Majene M 6,2, Jumat 15 Januari 2021 dini hari.

Berita sulawesi barat, gemasulawesi– Pemerintah daerah Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, mengeluarkan update terkini usai gempa magnitudo 6,2 Jumat 15 Januari 2021 dini hari.

Data BPBD Majene dan Mamuju mencatat sudah delapan orang meninggal dunia di Majene, 20 orang di Mamuju. Dan sekitar enam ratus warga luka-luka akibat gempa.

Data update gempa majene yang masuk ke Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 12.10 Wita. Tercatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka. Dan 15 ribu lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Berdasarkan pendataan dan kaji cepat di lapangan BPBD Majene mencatat kerusakan bangunan mencapai 62 unit rumah rusak. Satu unit puskesmas rusak berat, satu kantor Danramil Malunda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor di tiga titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

Baca juga: Gempa M 6,2 Guncang Majene Sulbar Dini Hari, Dirasakan Hingga Parimo

Sedangkan BPBD Kabupaten Mamuju, menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market.

Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan.

Warga membutuhkan sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat atau eksavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker.

BNPB turut mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempabumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Diantaranya, delapan set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2004 paket makanan tambahan gizi, 2004 paket makanan siap saji, 1002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, lima unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500 ribu pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini. Tujuannya, untuk segera melakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempabumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Baca juga: Warga Malunda Mengungsi Pasca Rentetan Gempa Majene

BPBD Sebut Warga Rasakan Gempa Majene Selama Tujuh Detik

Update gempa majene sebelumnya, BPBD menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik.

Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat membuat para warga panik.

Laporan yang diterima Pusat Pengendali Operasi BNPB pada dini hari tadi menyebutkan warga masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan.

Hal serupa dirasakan warga Kabupaten Polewali Mandar. BPBD setempat menginformasikan gempa dirasakan warga cukup kuat sekitar 5 hingga 7 detik. Guncangan memicu kepanikan hingga keluar rumah.

Berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M 6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV – V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.

Skala Mercalli itu merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Sedangkan IV MMI, skala ini menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi.

Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Berikutnya II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Terkait dengan gempa M 6,2 ini, BMKG mengeluarkan parameter gempa terjadi pada pukul 01.28 WIB yang berpusat 6 km timur laut Majene.

Pusat gempa memiliki kedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tidak memicu terjadinya tsunami.

Basarnas Palu Berangkatkan Dua Tim Rescue ke Mamuju

Basarnas Palu berangkatkan dua tim rescue ke Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Basarnas akan lakukan operasi SAR usai bencana gempa M 6,2 (IV-V MMI) di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat yang terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 dini hari pada pukul 02:28 Wita.

“Kami berangkatkan dua Tim Rescue dengan jumlah personil 12 orang,” ungkap Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes dalam rilis resminya, Jumat 15 Januari 2021.

Tim Rescue Basarnas Palu diperkirakan akan tiba di tempat kejadian Kurang lebih pada pukul 15:00 Wita.

Adapun sarana yang digunakan yakni satu unit Rescue Car, satu unit Truck Personil, satu set Alat Estrikasi, APD Covid 19 dan Palsar pendukung lainnya.

Baca juga: Info Terkini Sulawesi, Gempa Kembali Guncang Palasa

BMKG Ingatkan Potensi Tsunami dan Gempa Susulan di Majene

Update terkini, BMKG ingatkan potensi tsunami dan gempa susulan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

“Kemungkinan masih ada potensi gempa susulan. Kekuatannya kemungkinan sama seperti yang sudah terjadi atau lebih,” tutur Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat 15 Januari 2021.

Ia mengatakan, faktor kondisi batuan sudah diguncang gempa sebelumnya dan sudah rapuh.

Karena pusat gempa di pantai lanjut dia, memungkinkan terjadi longsor di bawah laut sehingga dapat berpotensi tsunami.

“Kami imbau masyarakat di daerah terdampak, menjauhi bangunan yang rentan atau gedung-gedung,” sebutnya.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pantai yang merasakan guncangan gempa, segera menjauhi pantai tidak perlu menunggu peringatan dini.

Evakuasi harus segera dilakukan, karena seperti kejadian sebelumnya tsunami di Palu pada 2018. Peristiwa itu terjadi hanya dalam waktu sekitar tiga menit setelah gempa bumi sementara peringatan dini belum dikeluarkan.

Hingga pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 28 kali gempa bumi di wilayah Kabupaten Majene.

“Dua gempa sebelumnya tidak berpotensi tsunami, namun dikhawatirkan jika terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang sama dapat memicu potensi tsunami,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat di sekitar pantai segera menyiapkan lajur evakuasi. Dan segera evakuasi mandiri jika terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup kuat.

Menurut pantauan BMKG gempa dinihari di Majene guncangannya dirasakan di daerah Majene dan Mamuju pada skala IV-V MMI serta Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa pada skala III MMI.

Kemensos Kirim Bantuan Bahan Pokok

Update gempa Majene, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan kebutuhan bahan dasar dan pokok untuk korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Bantuan logistik berasal dari gudang di Mamuju dan gudang regional di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini telah memerintahkan jajarannya untuk secepatnya mengirimkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta menyalurkan berbagai bantuan logistik ke lokasi.

“Bantuan logistik sudah menuju lokasi terdampak gempa. Kita upayakan bantuan secepatnya, untuk penanganan warga terdampak gempa,” jelas Risma dalam siaran pers Kemensos, Jumat 15 Januari 2021.

Tagana setempat telah melakukan evakuasi bersama BPBD dan TNI-Polri. Kemensos juga mendirikan dapur umum untuk membantu Dinsos Majene.

“Semua logistik di gudang Sulbar dikeluarkan untuk membantu masyarakat. Dapur umum akan didirikan di titik pengungsian,” tuturnya.

Ia melanjutkan, satu unit mobil dapur umum bisa memasak sampai 2000 nasi bungkus dalam satu kali masak, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan 6000 nasi bungkus.

Pemerintah kata dia, akan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dunia.

“Datanya akan terus kami perbarui karena tim masih terus melakukan pendataan. Sesuai SOP, untuk korban meninggal akan mendapat santunan Rp15 juta per orang yang diserahkan kepada ahli waris,” katanya.

Risma bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menuju lokasi gempa untuk melakukan identifikasi kebutuhan dan berkoordinasi dengan pemda setempat.

Baca juga: Gempa 5,4 SR Guncang Mamuju Tengah, Terasa Hingga Majene

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post