Upah Minim, KPPS Dianggap Buruh Pemilu Tertindas

0
141
Upah Minim, KPPS Dianggap Buruh Pemilu Tertindas
ilustrasi

Parimo, gemasulawesi.com Upah minim, KPPS dianggap bagian dari kaum buruh oleh Aliansi Rakyat Bersatu, yang merasakan penindasan Pemerintah melalui Pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Hery Prasetyo yang dihubungi gemasulawesi.com, usai berorasi memperingati Hari Buruh Sedunia, di depan DPRD Provinsi Sulteng Kota Palu, mengungkap upah minim KPPS.

“Pemilu 2019 menghabiskan anggaran sekitar 25 Triliyun Rupiah, nyatanya tidak memberikan dampak positif bagi buruh Pemilu,” ungkapnya, 1 Mei 2019.

Pasalnya, KPPS mulai bekerja ekstra sejak persiapan logistik di Tempat Pemungutan Suara (TPS), hingga perhitungan suara berakhir.

Kata dia, sejumlah anggota KPPS terpaksa menghabiskan waktu kurang lebih tiga hari secara berturut dalam menjalan tugas dan fungsinya.

“Sayangnya, sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ternyata hanya diberi upah kurang dari Rp 500 Ribu Rupiah,” terangnya.

Padahal lanjut dia, anggaran pemilu kali ini begitu fantastis.

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya hingga 30 April 2019, tercatat sebanyak 318 anggota KPPS yang telah meninggal dunia, sementara yang sakit sebanyak 2.232 orang.

“Mari kita doakan, semoga amal ibadah para pejuang sistem demokrasi di negara ini, diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Selain itu, persoalan klasik kembali disoal, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, terkait sistem pengupahan dianggap tidak sesuai dengan Komponen Hidup Layak (KHL).

Pemakaian sistem kerja outsourcing, kontrak dan magang dianggap tidak memberikan kejelasan kerja bagi kaum buruh, serta rentan terjadinya kecelakaan ditempat kerja.

Membuat pemerintah dan pengusaha dianggap mengabaikan UU No 01 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja terkhusus KPPS.

Direncanakan, Aliansi ini bakal melakukan aksi damai saat memperingati Hari Pendidikan Nasional, di bundaran depan Universitas Tadulako.

Baca juga: Bimtek KPPS Dinilai Mampu Tingkatkan Kualitas Pemilu

Laporan: Daniel

Tinggalkan Balasan