ULP Parimo Tidak Periksa Ketersediaan Alat Berat Kontraktor Sejumlah Proyek Jalan

0
105
ULP Parigi Moutong Tidak Periksa Ketersediaan Alat Berat Kontraktor
Salah satu paket pekerjaan jalan Parimo (Foto: Yoel)

Parimo, gemasulawesi.com ULP Kabupaten Parigi moutong (Parimo) tidak memeriksa ketersediaan alat berat kontraktor sejumlah proyek jalan.

Pokja ULP Parigi Moutong beralasan tidak memeriksa ketersediaan alat berat kontraktor pemenang lelang sejumlah proyek jalan sebagaimana yang terlampir dalam dokumen lelang karena keterbatasan anggaran.

“Jadi, kami hanya melakukan pemeriksaan faktual atas dokumen penyediaan alat berat dari kontraktor yang dicurigai saja,” ungkap Kasubag Pembinaan dan Advokasi ULP Parimo, Nimrod Hambuako, Jumat, 5 Oktober 2019.

Akibat Pokja ULP Parigi Moutong tidak melakukan pemeriksaan faktual alat berat kontraktor, diduga menjadi salah satu penyebab keterlambatan sejumlah proyek pekerjaan jalan karena tidak tersedianya alat berat.

Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelusuran gemasulawesi.com pekan kemarin, pada salah satu ruas pekerjaan proyek peningkatan jalan terhenti pengerjaannya. Padahal berdasarkan informasi yang dihimpun, pembuatan Pondasi Lapisan Bawah (PLB) telah usai dilaksanakan seminggu sebelumnya.

Warga sekitar lokasi proyek pekerjaan jalan pun sudah menyoroti progres pengerjaan jalan yang dinilai lambat. Sudah hampir dua pekan sejumlah material timbunan berada di pinggiran jalan. Bahkan, warga juga sempat menanam pohon pisang di tumpukan material timbunan sebagai bentuk protes.

“Apakah masih mau dikerjakan proyek ini pak? kapan dilanjutkan karena sudah beberapa minggu belum ada tindak lanjut,” tanya warga yang identitasnya tidak ingin diketahui.

Dugaan kontraktor proyek jalan tidak memiliki alat berat semakin menguat setelah seorang sumber menyebutkan, perusahaan penyedianya masih mencari alat berat untuk dipakai di lokasi itu. Bahkan, disebutkan kontraktor berencana meminjam alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parimo.

Ditanyakan terkait rencana kontraktor meminjam alat berat milik Pemda Parimo, Nimrod Hambuako mengatakan, suatu pelanggaran bagi perusahaan penyedia yang menggunakan alat berat milik dinas dalam mengerjakan proyek yang bersumber dari APBD dan APBN.

“Tidak boleh pakai alat dinas, meskipun dia menggunakan sistim sewa, dan itu pelanggaran,” tegasnya.

Ia pun menampik tudingan ULP Parimo memenangkan kontraktor dalam sebuah lelang pekerjaan jalan tanpa pembuktian dokumen dan kepemilikan faktual alat berat. Dia mengaku, dokumen pendukung alat berat menjadi syarat perusahaan kontraktor untuk dapat memenangkan lelang proyek di Parimo.

Saat media ini meminta untuk memperlihatkan sejumlah dokumen lelang kontraktor pemenang proyek peningkatan jalan bernilai Miliyaran Rupiah di wilayah utara Kabupaten Parimo, Nimrod terlihat enggan memberikan sambil berdalih terlalu banyak dokumen lelang yang bertumpuk.

“Dokumen pendukung alat berat dapat berupa dokumen kepemilikan alat berat pribadi ataupun dokumen penyewaan alat berat. Saya mesti membongkar lagi, terlalu banyak dokumen, bapak lihat sendiri saja tumpukan kardus itu, di situ semua dokumen lelang,” jelasnya.

Kalaupun ada pengerjaan proyek yang tertunda karena alasan belum tersedia alat berat kata dia, pihak PPK dan OPD teknis terkait yang bertanggungjawab dan lebih mengetahui kondisi dilapangan.

Baca juga: Ini Alasannya Warga Sorot Sejumlah Proyek Jalan Wilayah Utara Parimo

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

Tinggalkan Balasan