Rabu, Mei 12, 2021
BerandaPARIGI MOUTONGBapenda Parimo Uji Petik Retribusi Pasar

Bapenda Parimo Uji Petik Retribusi Pasar

- Advertisement -spot_img

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Badan pendapatan daerah (Bapenda) Parimo Provinsi Sulteng melakukan uji petik terkait potensi dua jenis retribusi pasar.

“Uji petik dua retribusi itu adalah retribusi terkait kebersihan atau persampahan dan retribusi lapak penjual di pasar,” ungkap Kepala Bapenda Parimo, Moh Yasir saat pelaksanaan uji petik hari kedua di Pasar Sentral Tagunu Parigi, Jumat 19 September 2020.

Pada Selasa 15 September 2020 kata dia, merupakan hari pertama uji petik retribusi, untuk mewakili uji potensi per hari di setiap pasar.

Sedangkan pada hari kedua uji petik ini, merupakan uji untuk potensi retribusi kategori hari pendek. Karena biasanya, kegiatan pasar berlangsung singkat pada hari Jumat.

“Rencananya, Sabtu-Minggu akan dilakukan uji petik retribusi pada hari libur,” jelasnya.

Jadi kegiatan ini lanjut dia, sekaligus dengan uji retribusi parkiran.

Terkait hal itu, pihaknya sudah memberikan informasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Khususnya Disperindag dan Dishub Parimo.

“Secara resmi, uji petik ini baru pertama kali dilaksanakan.Namun, sebelumnya kami sempat melakukan secara mandiri kepada tukang parkir,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pihaknya melakukan wawancara kepada sejumlah tukang parkir dengan menggunakan kuesioner.

Bapenda Parimo Uji Petik Retribusi Pasar
(Foto: Kepala Bapenda Parimo, Moh Yasir Lakukan Uji Petik Retribusi Pasar di Pasar Sentral Tagunu Parigi, Jumat 18 September 2020, GemasulawesiFoto/Rafii)

Fokus wawancaranya kata dia, lebih kepada pertanyaan berapa jumlah pemasukan retribusi parkiran dalam satu hari.

“Hasil dari uji petik ini, akan menjadi bahan evaluasi pada tingkat pimpinan,” urainya.

Evaluasi terkait proyeksi besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Parimo pada tahun 2021.

Jadi, akan sangat terlihat jelas potensi besaran retribusi di pasar dan target realisasi pada tahun berjalan.

Ia mengatakan, uji petik potensi retribusi itu difokuskan ke tiga titik pasar besar yang berada di Parimo.

Tiga pasar besar itu adalah Pasar Sentral Tagunu Parigi, Pasar Tolai dan Pasar Kotaraya.

“Untuk diketahui, target pendapatan retribusi dari sektor parker kendaraan adalah Rp 40 juta pada tahun 2020,” jelasnya.

Terkait dengan adanya pandemi virus corona, Disperindag Parimo sudah mengatur insentif untuk pemungut retribusi.

“Saat ini, rata-rata pemungut insentif retribusi adalah ASN, sehingga kebanyakan sudah dibayarkan,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.