Uji Coba Sirumba, Kemen-PUPR Gandeng Universitas Tadulako Sulawesi Tengah

0
39
Uji Coba Sirumba, Kemen-PUPR Gandeng Untad Sulawesi Tengah
Illustrasi Rumah Terdampak Bencana Sulawesi Tengah (Foto: Ist)

Sulawesi tengah, gemasulawesi.com Uji coba Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana atau Sirumba, Kemen-PUPR Satker Kebencanaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menggandeng Untad Sulawesi Tengah.

“Sistem yang kami buat dapat digunakan siapapun dan dapat mengolah berbagai data mulai dari fase mitigasi bencana hingga fase pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkap Kepala Program rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian Sulawesi Dedi Permadi, di kutip dari Jitunews, Jumat, 30 November 2019.

Kemen-PUPR mengeluarkan inovasi terbarunya melalui Sirumba. Aplikasi itu dapat digunakan untuk memetakan rumah masyarakat yang terdampak bencana alam di Indonesia.

Ia mengatakan, Sirumba adalah sebuah sistem aplikasi berbasis geospasial yang dibangun untuk mendata rumah-rumah masyarakat terdampak bencana.

Baca juga: BMKG Sulawesi Tengah Sebut Aktivitas Sesar Matano Perlu Diwaspadai

“Melalui aplikasi tersebut data rumah masyarakat terdampak bencana tidak hanya dikumpulkan secara spasial tapi juga disajikan secara spasial,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pendataan pasca bencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba. Aplikasi itu diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemetaan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu berbasis Sistim Informasi Geografis.

Kegiatan Bimtek diikuti peserta dari Kementerian PUPR, fasilitator lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sivitas akademika Universitas Tadulako. Dalam kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta juga menguji coba Sirumba.

Untuk menindaklanjuti uji coba Sirumba, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menggandeng mahasiswa Untad Sulawesi Tengah yang telah mengikuti bimbingan teknis untuk melaksanakan kegiatan pendataan sebagai bentuk partisipatif dalam mitigasi bencana ke depannya.

Baca juga: Kisruh Proyek Jalan, DPRD Hearing DPUPRP Parigi Moutong Hanya 10 Menit?

“Para mahasiswa akan melengkapi data yang sudah ada berdasarkan nama dan alamat atau by name by address dengan data-data spasial yang dibutuhkan. Dengan adanya data-data spasial, maka penyajian data dapat dikonversikan dari bentuk tabular menjadi bentuk spasial sehingga pembacaan datanya menjadi lebih mudah,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya Sirumba, maka prosedur pendataan bencana yang berlaku saat ini dapat lebih disempurnakan sehingga proses penanggulangan bencana dapat berlangsung dengan lebih efisien.

Rencananya, sistem ini akan dikembangkan lebih luas lagi untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana di Indonesia.

Sementara itu, peluncuran teknologi terbaru itu menyusul penyataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait revolusi industri 4.0. Guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik, perlunya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, tidak terkecuali di bidang pembangunan infrastruktur.(**)

Baca juga: BLUD RSUD Anuntaloko Parigi Moutong Belum Bayar Jasa Medik Perawat

Tinggalkan Balasan