Transaksi Aset Kripto Naik Hingga Rp1,7 Triliun Hingga Mei 2021

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi transaksi kripto.

Berita nasional, gemasulawesi– Transaksi aset kripto mengalami peningkatan secara signifikan belakangan ini. Berdasarkan data yang diterima hingga Mei 2021, transaksi kripto tercatat sebanyak Rp 1,7 triliun dalam satu kali.

“Angkanya luar bisa. Tahun 2015 mungkin belum booming, tapi sekarang 2021 nilai transaksi berdasarkan data yang kami terima sebesar Rp 1,7 triliun satu kali transaksi dan totalnya itu bisa melebihi dari Rp 370 triliun per Mei 2021,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam diskusi FMB 9: Meneropong Aset Kripto di Indonesia yang diselenggarakan Kemenkominfo secara virtual, Senin 5 Juli 2021.

Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk transaksi aset kripto. Sehingga, Kemendag akan meluncurkan bursa khusus untuk kripto.

Dengan adanya bursa ini, diharapkan semua bentuk transaksi, baik pencatatan, penyimpanan, dan aktivitasnya terorganisir dengan baik.

“Tentunya kami dari Kemendag ingin meregulasi biar lebih terorganisir, sistematis, dan ada hukum yang jelas yang memayungi sehingga konsumen terlindungi secara penuh,” tegasnya.

Senada, CEO Menara Digital Anthony Leong mengatakan, dari sisi pemilik akun kripto mengalami peningkatan yang signifikan, mulai dari 4,2 Juta per Maret 2021 naik menjadi 5,6 Juta per April 2021.

“Jadi memang ada peningakatan pada jumlah pemilik akun kripto sebanyak 1,4 juta,” ungkapnya.

Baca juga: Hendak Transaksi, Pengedar Narkoba di Banggai Laut Diringkus

Makanya, pihaknya meminta pemerintah agar bergerak cepat menyiapkan ekosistem atau regulasi terkait aset kripto.

“Kita harapkan pemerintah dalam hal ini Kemendag bisa menangkap ini sebagai sebuah peluang dan menghadirkan ekosistem yang baik,” imbuh dia.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Jadi Tersangka

Sebelumnya, semakin populernya dan berkembangnya industri aset kripto di Indonesia pada akhirnya turut membuat beberapa perusahaan cryptocurrency mencari peluang.

Salah satunya adalah dengan menerbitkan aset kripto. Jadi tak mengherankan jika saat ini sudah ada berasal dari dalam negeri.

Baca juga: Sulawesi Tengah Masuk Daftar Kota PPKM Mikro Ketat

Salah satunya adalah Toko Token (TKO) yang diterbitkan oleh Tokocrypto, salah satu exchange yang sudah diakui resmi Bappebti.

TKO diluncurkan pada akhir Maret silam dan menjadi proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid, yakni utilitas CeFi dan DeFi.

Baca juga: Rekomendasi PTM Terbatas Parigi Moutong Belum Keluar

Dalam utilitas CeFi, TKO dapat digunakan dalam program tabungan seperti TKO Deposit, TKO Rebate, TKO Savings dan TKO Cashback. Sementara dalam platform DeFi, TKO dapat digunakan pada farming pools dan lending.

Dalam pengembangan utilitas terbarunya, Tokocrypto menghadirkan layanan staking dan saving untuk TKO di jaringan Binance. Melalui staking dan saving, investor yang mengunci TKO-nya akan mendapat bunga berdasarkan durasi penyimpanannya.(***)

Baca juga: Tangkap Sindikat Narkoba Kota Palu, Polisi Amankan 2 Kg Sabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.