Tonton Film Porno, Dua Remaja Minahasa Selatan Perkosa Bocah SMP

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Berita Hukum, gemasulawesi – Tonton film porno, dua remaja berinisial AT 17 tahun, dan DM 16 tahun asal Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, ditangkap polisi perkosa bocah SMP berusia 12 tahun.

Kapolres Minahasa Selatan Iptu Lesly Lihawa mengatakan, kedua pelaku memperkosa korban setelah menonton video porno.

“Mereka menonton video porno untuk kesenangan dan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban,” ucap Kasat Lesly Lihawa saat dimintai konfirmasi, pada Kamis 30 Juni 2022.

Ia menjelaskan, kasus perkosa bocah SMP tersebut terjadi pada Rabu 8 Juni 2022 di rumah pelaku DM. Pada titik ini, kedua pelaku awalnya menonton film porno. Kemudian kedua pelaku melihat korban yang merupakan tetangganya berjalan di depan rumah, sehingga muncul niat untuk memperkosa korban.

Baca: PP Muhammadiyah Peringati Hari Raya Idul Adha Sabtu 9 Juli 2022

Ia mengatakan, pemerkosaan terjadi di rumah pelaku DM. Korban dan pelaku adalah tetangga, sehingga pelaku melihat korban dan berniat memperkosanya setelah melihat pornografi.

Usai diperkosa, Lesly mengatakan, korban yang tak terima dengan perbuatan bejat pelaku, kemudian melaporkannya kepada keluarganya. Keluarga, mengetahui hal ini, akhirnya mengajukan pengaduan ke kantor polisi setempat. Lesly mengatakan, kasus pemerkosaan anak itu sudah dilimpahkan ke Polsek Minahasa Selatan.

“Kemudian pihak keluarga korban melaporkan hal tersebut ke Polsek Ranoyapo dan diserahkan ke Polsek Minahasa Selatan untuk diproses,” ujarnya.

Setelah aduan diterima, lanjut Lesly, para pelaku kabur dari rumah. Pihak kepolisian yang sempat menyelidiki tak butuh waktu lama karena kedua pelaku menyerahkan diri ke polisi pada Minggu, 26 Juni 2022.

Lesly mengatakan, pelaku ini kabur dari rumah selama kurang lebih 2 minggu dalam penyelidikan, mereka datang dan menyerahkan diri, akhirnya penyidik Polres Minahasa Selatan mengamankan mereka.

Para pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya dan ditahan untuk proses lebih lanjut di markas polisi Minahasa Selatan.

“Para tersangka dikenakan pasal 81 ayat 3 tentang perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman minimal 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari hukum karena telah melakukannya bersama-sama,” jelas Iptu Lesly. (*/Ikh)

Baca: Dugaan Pemerkosaan Siswi SMK, Polres Touna Lamban Tangani Kasus

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.