Tolak Dikarantina, Empat WNA Dideportasi dari Indonesia

Tolak Dikarantina, Empat WNA Dideportasi dari Indonesia
Foto: Illustrasi Deportasi WNA.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Satgas covid-19 menyebut ada empat warga Negara Asing atau WNA dideportasi dari Indonesia, karena menolak dikarantina.

“Kalau menolak karantina dari WNA ada, dalam kurun waktu sampai saat ini sudah sekitar empat orang WNA, dan itu semua kita kembalikan, dideportasi,” ujar Asintel Kodam Jaya Kolonel Putra Widyawinaya dalam diskusi secara daring, Jumat 16 Juli 2021.

Sebelum WNA dideportasi dari Indonesia itu, pihaknya menanyakan kepada mereka mau dikarantina atau tidak, jika tidak maka dideportasi. Selama pemulangan ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan imigrasi.

Baca juga: Pemerintah Didesak Lindungi ABK WNI di Kapal Asing

“Koordinasi dengan keimigrasian, dan kita berkoordinasi dengan pihak berwenang disini dari negaranya, dia melanggar peraturan kekarantinaan atau tidak mau dikarantina, kalau tidak mau silakan kembali,” jelasnya.

Terkait WNI dari luar negeri, WNI sudah patuh pada aturan karantina. Meski begitu, tetap ada keberatan, namun setelah diberi pemahaman WNI itu mau dikarantina.

“Kalau WNI sampai saat ini rata-rata semuanya sudah mau, walaupun memang ada beberapa hal mungkin perlu disampaikan dengan penekanan khusus,” ungkapnya.

Baca juga: Syarat Kartu Vaksin Tidak Jamin WNA Tidak Terpapar Covid 19

30 persen warga dikarantina positif covid-19

Sementara Kapusdatinkom BNPB Ahmad Muhari mengatakan, pihaknya mendapat laporan 30 persen warga dikarantina positif covid-19 setelah beberapa hari dikarantina.

Mereka semulanya negatif saat diperiksa hari pertama, di hari keduanya dinyatakan positif.

“Satgas penanganan covid-19 menerima data dari Kemenkes ada 30 persen, jadi saya jelaskan begini, ada sekitar sekian ribu WNA dan WNI yang masuk kemudian PCR dulu di awal, kalau dia positif dilakukan tindakan treatment, kalau dia negatif tetap harus karantina. Kemudian setelah hari ke-7 menjelang ke-8 wajib PCR lagi. Ini antara negatif di hari pertama, kita masih dapatkan dari total jumlah WNI dan WNA dikarantina itu 30 persen dari mereka ini di PCR hari kedua itu positif,” ungkapnya.

“Artinya ada fase-fase mungkin saat itu tidak bergejala atau juga ada kemungkinan false negatif. Belum dapat saat itu, atau mungkin pada saat mereka transit di bandara internasional lain mereka berinteraksi dengan orang mungkin saja terpapar kemudian terbawa. Padahal mereka sudah bawa sertifikat PCR negatif dari negara asalnya,” tutupnya. (***)

Baca juga: WNA Langgar Prokes Langsung Dideportasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post