Home olah raga Mampukah Joan Mir Raih Titel Juara Dunia MotoGP 2020?

Mampukah Joan Mir Raih Titel Juara Dunia MotoGP 2020?

Berita olahraga, gemasulawesi– Tersisa dua balapan lagi, mampukah pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir meraih titel juara dunia MotoGP 2020?

Dilansir dari Motor Plus, kesempatan Joan Mir meraih titel juara dunia MotoGP 2020 terbuka lebar. Pasalnya, pembalap Tim Suzuki Ecstar itu masih berada di puncak klasemen pembalap MotoGP.

Joan Mir unggul sejauh 37 poin dari dua pembalap yaitu Fabio Quartararo (125 poin) yang masih tertahan di posisi kedua, bersama Alex Rins di posisi ketiga dengan raihan poin sama.

Performa yang konsisten dari Joan Mir terutama pada beberapa seri balapan terakhir, juga menjadi penentu membuka kesempatan besar merengkuh titel juara dunia MotoGP 2020.

Baca juga: Suzuki Dominan, Joan Mir Juara MotoGP Eropa 2020

Dan menariknya, performa apik pembalap Tim Suzuki Ecstar Joan Mir di sirkuit didukung kemampuannya menjaga tingkat keausan ban hingga akhir balapan.

Nampaknya, jika pembalap Tim Suzuki Ecstar Joan Mir mampu meraih titel juara dunia MotoGP 2020, maka sejarah baru akan tercipta.

Di era MotoGP 4-Tak, pembalap tim pabrikan Suzuki belum pernah merasakan titel juara dunia. Dan kans Joan Mir sangat terbuka lebar.

Semenjak MotoGP 4-Tak pertama dikenalkan pada tahun 2002 menggantikan balapan motor dunia 2-Tak alias GP 500 atau juga GP Motor. Tim Suzuki Ecstar pabrikan belum pernah merasakan titel juara dunia.

Baca juga: Quartararo: ‘Habis-Habisan’ di MotoGP Europe 2020

Bila Joan Mir juara dunia, maka ia menjadi pembalap Suzuki merasakan titel juara dunia pertama di era MotoGP 4-Tak.

Diketahui, Tim Suzuki Ecstar sebelumnya sudah pernah mencicipi titel juara dunia di era GP 500 2-Tak, seperti Barry Sheene (1976-1977), Marco Lucchinelli (1981), Kevin Schwantz (1993) dan Kenny Roberts, Jr (2000).

Selanjutnya, Joan Mir akan menoreh sejarah pembalap kebangsaan Spanyol yang mampu meraih titel juara dunia MotoGP di kelas para raja. Bersanding dengan sejumlah nama mentereng lainnya.

Antara lain, Alex Criville (1999); Jorge Lorenzo (2010, 2012 dan 2015) dan Marc Marquez (2013, 2014, 2016-2019).

Baca juga: Rossi Nyaris Terhantam Motor di MotoGP Austria

Menurut sejarah MotoGP, sejak bergulir 1949 baru ada tiga pembalap MotoGP asal Spanyol yang berhasil meraih titel juara dunia.

Jika Joan Mir berhasil jadi juara dunia MotoGP 2020, pembalap Tim Suzuki Ecstar itu menjadi pembalap Spanyol keempat yang sukses jadi juara dunia di kelas premier balap motor.

Tidak sampai disitu, sejarah baru lainnya adalah Joan Mir anak menjadi pembalap termuda yang juara dunia kelas premier MotoGP.

Dia akan menggeser posisi Freddie Spencer sebagai pembalap termuda. Freddie menggasak titel juara dunia GP 500 musim 1983 di usia 21 tahun 258 hari.

Seandainya Joan Mir meraih titel juara dunia MotoGP 2020 pada akhir musim di MotoGP Portugal. Maka, Joan Mir genap berusia 21 tahun 81 hari.

Joan Mir menjadi pembalap termuda kedua yang berhasil jadi juara dunia.

Pembalap termuda yang berhasil jadi juara dunia kelas MotoGP masih dipegang Marc Marquez dengan usia 20 tahun 266 hari.

Joan Mir Butuh 14 Poin Raih Titel Juara Dunia MotoGP

Joan Mir hanya butuh tambahan maksimal 14 poin dari dua seri yang tersisa. Hal itu berdasar skenario salah satu dari Quartararo atau Rins memenangkan dua seri tersisa.

Secara maksimal poin yang bisa didapat adalah 175 di akhir balapan MotoGP 2020.

Tentunya, otomatis membuat Joan Mir hanya butuh tambahan 14 angka untuk mendapat 176 poin. Atau tidak lagi terjangkau Quartararo atau Rins.

Namun, dengan catatan Joan Mir bisa finis di posisi ketiga pada MotoGP Valencia minggu depan. Posisi ketiga di seri MotoGP mendapatkan nilai 16 poin.

Meraih tambahan 14 poin dari dua seri tersisa sepertinya tidak akan jadi perkara sulit bagi Joan Mir yang enam kali meraih podium dalam tujuh seri terakhir.

Joan Mir bahkan sudah bisa jadi juara dunia MotoGP, hanya dengan finis di posisi kesembilan di dua seri terakhir, MotoGP Valencia dan MotoGP Portugal.

Joan Mir tidak butuh banyak poin untuk jadi juara dunia, jika Quartararo dan Rins tidak menjadi pemenang di MotoGP Valencia.

Quartararo Akui Duo Suzuki

Fabio Quartararo mengakui penampilan dua pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir dan Alex Rins semakin sulit dikalahkan.

Hal itu ia ungkapkan setelah gelaran MotoGP Eropa 2020 pekan lalu.

MotoGP Eropa 2020 menjadi panggung terbaik Suzuki Ecstar setelah menempatkan Joan Mir dan Alex Rins naik podium juara dan runner-up.

Melihat betapa kuatnya para pembalap Suzuki Ecstar secara tak langsung membuat Fabio Quartararo semakin minder.

Pembalap 21 tahun itu bahkan menyebut kemungkinan untuk mengalahkan mereka akan lebih sulit dalam seri-seri ke depan.

Kedua pembalap itu sama-sama sangat cepat.

Suzuki Jadi Referensi Rossi

Selepas gelaran MotoGP Eropa, Rossi menyebut Tim Suzuki menjadi referensi untuk mengembangkan motor.

Rossi mengatakan Yamaha harus belajar dari Tim Suzuki. Davide Brivio berhasil menggabungkan metode Jepang dengan model Italia atau Eropa.

Nampaknya, Rossi belajar banyak pada Suzuki yang tampil apik di musim ini.

Meski tidak membuat gebrakan sejak awal, namun Suzuki dan para pembalapnya cukup konsisten sampai dengan sejauh ini.

The Doctor menyayangkan sikap Yamaha yang belum banyak melakukan perubahan. Terlebih lagi motor dari tim berlambang garpu tala itu, terutama Rossi kerap mengalami masalah dalam beberapa musim terakhir.

Ia mengakui, Yamaha belum memahami sesuatu tentang ban sebagaimana performa Suzuki.

Yamaha menang dengan Franco Morbidelli. Namun, begitu banyak perbedaan antara satu trek dan lainnya.

Dengan gagal finis di MotoGP Eropa 2020, Rossi gagal meraih poin pada empat balapan beruntun setelah tiga balapan sebelumnya gagal finis karena kecelakaan.

MotoGP 2020 akan dilanjutkan dengan balapan seri ke-14 MotoGP Valencia di tempat yang sama pada akhir pekan depan, 13-15 November 2020.

Baca juga: SULING EMAS

Update Klasemen MotoGP 2020 setelah GP Eropa

  1. Joan Mir (Tim Suzuki Ecstar) 162 poin
  2. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) 125 poin
  3. Alex Rins (Suzuki Ecstar) 125 poin
  4. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) 121 poin
  5. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) 117 poin
  6. Andrea Dovizioso (Ducati) 117 poin
  7. Pol Espargaro (Red Bull KTM) 106 poin
  8. Takaaki Nakagami (LCR Honda) 105 poin
  9. Jack Miller (Pramac Ducati) 92 poin
  10. Miguel Oliveira (KTM Tech3) 90 poin
  11. Danilo Petrucci (Ducati) 77 poin
  12. Brad Binder (Red Bull KTM) 76 poin
  13. Johann Zarco (Avintia Racing) 71 poin
  14. Alex Marquez (Repsol Honda) 67 poin
  15. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) 58 poin
  16. Francesco Bagnaia (Pramac Racing) 42 poin
  17. Iker Lecuona (KTM Tech3) 27 poin
  18. Aleix Espargaro (Aprilia Racing) 27 poin
  19. Cal Crutchlow (LCR Honda) 26 poin
  20. Stefan Bradl (Repsol Honda) 16 poin
  21. Bradley Smith (Aprilia Racing) 12 poin
  22. Tito Rabat (Avintia Racing) 10 poin
  23. Michele Pirro (Ducati) 4 poin
  24. Lorenzo Savadori (Aprilia Racing) 0 poin (**)

Baca juga: Lagi, Satu Pasien Corona Sulteng Asal Kota Palu Meninggal Dunia

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.