Tingkat Vaksinasi Booster Indonesia, Capai 50 Juta Penduduk

waktu baca 2 menit

Berita Kesehatan, gemasulawesi – Tingkat Vaksinasi booster di Indonesia berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, sebanyak 50 Juta penduduk yang telah menerima suntikan vaksin booster hingga Senin 27 Juni 2022.

Data Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diterima di Jakarta, diketahui jumlah warga yang telah menerima tiga dosis vaksin Covid-19 bertambah 105.239 orang menjadi 50.132.890 orang.

Secara persentase, tingkat injeksi vaksinasi dosis booster vaksin Covid-19 di Indonesia telah diterapkan pada 24,07 persen dari total populasi target vaksin Covid-19 atau setara dengan lebih dari 208 juta orang. Sementara itu, jumlah penduduk yang menerima dua dosis vaksin Covid-19 meningkat 37.068 orang menjadi total 168.860.843 yang setara 81,08 persen orang.

Sementara penerima dosis pertama meningkat 13.271 orang, total penerima dosis pertama meningkat menjadi 201.379.547 atau setara 96,70 persen orang. Sebelumnya pada Minggu 26 juni 2022 di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar segera mengakses program vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap risiko penularan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Baca: Peringati Hari Anti Narkotika, Wali Kota Kendari Himbau Waspada Narkoba

Kementerian Kesehatan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melakukan uji serologis ketiga untuk mengukur antibodi orang yang telah mendapat suntikan vaksin. Survei tersebut diperlukan sebagai masukan ilmiah berbasis fakta bagi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk menentukan sikap pemerintah dalam menetapkan kebijakan.

“Serosurvei fase 1 pada Desember 2021 mencapai 88 persen (dilindungi vaksin), Maret 2022 mencapai 99,2 persen dengan antibodi. Kami akan mengulanginya pada Juni-Juli 2022. Hasil pada minggu ketiga atau keempat mungkin sudah diketahui,” ucapnya.

Menurut Budi, serosurvei rutin dilakukan untuk melihat penyebaran penularan virus Corona di masyarakat.

Ia mengatakan, untuk orang yang sudah mendapat suntikan booster lebih dari 6 bulan, lebih baik mendapatkan booster lagi, karena di Indonesia masih banyak vaksinnya. (*/Ikh)

Baca: Jadi Pengedar Sabu, Karyawan BUMN di Sumatera Utara Ditangkap

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.