Tim Satgas Adipura Dikerahkan Pantau Kebersihan Kota di Palu

waktu baca 2 menit
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Satuan Tugas (Satgas) Razia Adipura dikerahkan Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah memantau ketertiban masyarakat dalam membuang sampah guna meningkatkan kebersihan kota tersebut.

Hal itu diungkapkan Hadianto Rasyid Wali Kota Palu saat melepas Tim Satgas Razia Adipura di Palu, Senin 11 Juli 2022.

“Tim ini merupakan lintas instansi dengan tugas utama melakukan razia dan memantau kebersihan kota, Ini untuk menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota dalam menjaga kebersihan,” ucap Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat melepas Tim Satgas Razia Adipura di Palu, Senin 11 Juli 2022.

Untuk memenuhi target Pemerintah Kota (Pemkot) Palu 2023 mencapai Adipura, tahun ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian pemerintah daerah untuk mengintensifkan kebersihan.

Baca: Hilang Saat Memancing, Nelayan di Muna Ditemukan Meninggal Dunia

Instansi yang terlibat dalam tim satgas tersebut adalah Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Saat ini di Kota Palu secara perlahan telah menunjukan perubahan dengan progres yang baik, sehingga harus tetap dikawal agar kebersihan kota tentunya lebih optimal,” ujarnya.

Dijelaskannya, satgas tidak hanya melakukan razia, tetapi juga mengedukasi masyarakat sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kebersihan kota.

Langkah awal yang dilakukan tim, kata dia, adalah menjangkau usaha kecil, menengah, dan besar serta mengunjungi rumah-rumah warga didampingi oleh pemerintah kelurahan.

“Pemkot Palu sudah tetapkan denda Rp 1 juta bagi yang melanggar dan membuang sampah sembarangan, sehingga masyarakat diharapkan mengikuti aturan agar tidak terjaring razia,” katanya.

Jika razia berjalan lancar, dia optimistis masyarakat dan pelaku usaha akan membuang sampah dengan tertib.

Hadianto mengatakan, upaya mewujudkan Kota Adipura membutuhkan peran serta dan dukungan semua pihak.

“Perlu keterpaduan untuk mengintegrasikan kota ini menjadi kota yang bersih, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat harus menyatukan persepsi,” pungkas Hadianto. (*/Ikh)

Baca: Geger Penemuan Bayi Perempuan Dalam Masjid Luwu, Sulawesi Selatan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.