Selasa, Mei 18, 2021

Tim Sabhara Bubarkan Pesta Miras di Simpong, Banggai

Must read

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Tim Sabhara Polres Banggai bubarkan puluhan warga sedang pesta Miras di Simpong, Banggai Sulawesi Tengah.

“Saat sedang patroli, anggota Tim Tarantula Sabhara kemudian melihat mereka sedang duduk di pinggir jalan sambil meneguk Miras, Sabtu malam,” ungkap Kasat Sabhara Polres Banggai Iptu Jimyarto Anasim, di Banggai, Minggu 11 April 2021.

Setelah dibubarkan kata dia, warga tertangkap pesta Miras di Simpong, Banggai, Sulawesi Tengah, itu diminta kembali ke rumah mereka masing-masing.

Kemudian, apabila ditemukan lagi kegiatan seperti pada malam hari, maka akan dilakukan tindakan tegas.

“Saya himbau, agar warga tidak mengkonsumsi Miras seperti ini lagi. Karena ini cukup berbahaya dan bisa berpengaruh untuk kesehatan,” tegasnya.

Baca juga: Tertangkap di Depok, Buronan Kejati Sulbar Sempat ke Sulawesi Tengah

Menurutnya, kegiatan patroli rutin ini dilakukan bertujuan untuk mengantisipasi tindakan kriminal yang membuat warga resah.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Guna memberikan rasa aman dan tenang bagi warga saat menjalankan ibadah

Sementara saat masih dalam situasi pandemi. Maka diimbau kepada warga agar selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci dan menjaga jarak saat beraktifitas diluar rumah.

“Itu sesuai dengan anjuran pemerintah saat ini dengan protokol kesehatan bertujuan agar terhindar wabah covid 19 yang hingga kini belum usai,” tuturnya.

Diketahui, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa tindak pidana minuman keras diatur dalam Pasal 300 dan Pasal 536.

Pasal 300 KUHP berbunyi dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun atau denda sebanyak banyaknya Rp 4500. Dihukum barang siapa dengan sengaja menjual atau menyuruh minum-minuman yang memabukkan kepada seseorang yang telah kelihatan nyata mabuk, barang siapa dengan sengaja membuat mabuk seorang anak yang umurnya di bawah 16 tahun dan barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan sengaja memaksa orang akan minum-minuman yang memabukkan. Kalau perbuatan itu menyebabkan luka berat pada tubuh, sitersalah dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun. Kalau si tersalah melakukan kejahatan itu dalam jabatannya ia dapat dipecat dari pekerjaannya itu.

Pasal 536 KUHP, barang siapa yang nyata mabuk berada dijalan umum dihukum denda sebanyak-banyaknya Rp 225.

Kalau pelanggaran itu diulang untuk ketiga kalinya atau selanjutnya di dalam 1 tahun sesudah ketetapan putusan hukuman, maka dijatuhkan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan.

Baca juga: Puskesmas di Banggai Batasi Layanan Pasien, Cegah Penyebaran Covid 19

Laporan: Ahmad

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article