Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Tim Rescue Pos Sar Luwuk Lakukan Pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67

Tim Rescue Pos Sar Luwuk Lakukan Pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67
Foto: Tim Rescue Pos Sar Luwuk Lakukan Pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67.

GemasulawesiTim rescue Pos SAR Luwuk melakukan pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67 rute pelabuhan Bapenu (pulau Taliabu Maluku Utara) tujuan Pelabuhan Luwuk Banggai.

Informasi awal pencarian KM Tiga Putri diketahui kapal mengalami mati mesin di perairan Banggai Kepulauan pada Minggu, 5 September 2021.

“Siang tadi pukul 13.20 wita tim rescue Pos SAR Luwuk telah diberangkatkan dengan menggunakam KN. SAR Bhisma 239 untuk melakukan pencarian,” ungkap Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Andi Sultan, dalam rilis resmi Basarnas Kota Palu, Selasa 7 September 2021.

Baca juga: Dinas Kehutanan Kalteng Sita Tiga Ribu Meter Kubik Kayu

Dalam upaya pencarian KM Tiga Putri, tim rescue Pos SAR Luwuk menuju lokasi kejadian dengan jarak 66 NM dari pelabuhan Luwuk Banggai dengan waktu tempuh 4,5 jam pelayaran.

Selain personil Pos SAR Luwuk dan Crew KN. SAR Bhisma, proses pencarian KM Tiga Putri juga dibantu anggota KPLP Luwuk dan KP3 Laut Luwuk.

Baca juga: Pemkot Medan Upayakan Bantuan 330 Anak Yatim Korban Pandemi

KM Tiga Putri 2 GT 67 kata dia, bermuatan 50 ton barang campuran dengan POB 8 orang yang terdiri dari La Indra (Juragan/nahkoda), Ali Saparuddin (KKM), La Tere (ABK), Hanudin ( ABK), La Budi (ABK), Erwin (ABK), Petrul ( ABK), Dedy (ABK).

“Informasi soal KM Tiga Putri 2 GT 67 menurut penuturan pihak Basarnas yang menerima informasi pada Selasa (7/9) pukul 12.55 wita dari salah satu anggota KPLP Luwuk Banggai,” kata dia.

Baca juga: Kapal Asal Taliabu Tenggelam di Banggai Laut

Baca juga: BTKLPP: Penting, Kajian Logam Berat di Lingkungan Pertambangan

Kronologis kejadian, pada Sabtu 4 September 2021 pukul 11.00 wita KM. Tiga Putri GT 67 dengan 8 crew berlayar dari pelabuhan Bapenu Kabupaten Taliabu, Maluku Utara menuju Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dalam perjalanan, pada jarak tempuh 154 NM (nautical mile) mengalami kecelakaan pelayaran yakni, kapal mati mesin pada Minggu 5 September 2021, pukul 13.00 Wita. (***)

Baca juga: Personil Parimo Tagana Akan Dilatih Jadi Tim Rescue Air

Baca juga: Dukung Eliminasi Malaria di Parimo, BTKLPP Kemenkes Lakukan Kajian Kelayakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post