TIK Berperan Penting Menopang Perekonomian di Masa Pandemi


TIK Berperan Penting Menopang Perekonomian di Masa Pandemi
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Primus Yustisio hadir secara virtual dari Gedung Nusantara III DPR RI, dalam agenda The 29th Annual Meeting of The Asia-Pacific Parliamentary Forum (APPF), yang diselenggarakan dari Seoul, Korea. Senin (13/12/2021). Foto: Erman/Man

Berita nasional, gemasulawesi – Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan penting dalam menopang perekonomian di masa pandemi Covid-19. Anggota Badan Kerja Sama Kongres (BKSAP) DPR Primus Yustisio mengatakan wabah tersebut telah meningkatkan kesadaran di seluruh dunia tentang pentingnya percepatan transformasi digital.

Primus menegaskan hal ini pada Pertemuan Tahunan Asia-Pacific Parliamentary Forum (APPF) ke-29 yang diselenggarakan di Seoul, Korea pada 13 Desember 2021. Pertemuan pembahasan masalah ekonomi dan perdagangan dengan tema kerjasama Internasional untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan pertumbuhan inklusif setelah krisis Covid19.

Baca juga: Kemenkominfo Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi

“Teknologi digital adalah katalis untuk tujuan global. Di sana, digital terikat pada 17 tujuan TPB (Sustainable Development Goals) dan 169 tujuan Agenda 2030. Penanganan pandemi Covid19 menyadarkan kita akan pentingnya percepatan pencapaian masyarakat digital”, ujar Primus yang hadir Selasa 1 Desember 2021.

Politisi PAN ini menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya mempercepat perkembangan TIK. Pemerintah melakukan beberapa hal, yaitu membangun infrastruktur dan mulai mengembangkan regulasi untuk mengembangkan ekonomi digital, khususnya sektor perbankan digital. Pemerintah juga berupaya meningkatkan keuangan digital dan literasi ekonomi.

Baca juga: Parigi Moutong Siap Topang Kebutuhan Pangan Ibukota Baru

Selain itu, pemerintah juga telah melakukan penyempurnaan Strategi Nasional Ekonomi Digital. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan peraturan yang tumpang tindih dari masing-masing pihak yang berkepentingan.

“Digital talent, riset dan inovasi, infrastruktur fisik dan digital, serta dukungan legislatif dan regulasi merupakan pilar utama Strategi Nasional Digital Economy digital.  Pengembangan dilakukan agar mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta adil,” jelas Primus.

Baca juga: Menko Airlangga Dukung Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia Timur

Pemerintah Indonesia juga akan mencoba fasilitasi transformasi digital UMKM. Dimana, UMKM menyumbang 60% dari produk domestik bruto (PDB) dan 97 persen dari tenaga kerja nasional.

“Dalam ekonomi digital, isu-isu baru diperkirakan akan muncul seperti akses ke data, perlindungan privasi, kebijakan persaingan, dan standar regulasi teknologi. Ekonomi digital adalah bidang yang kami anggap penting. Kami berharap isu ekonomi digital akan dibahas secara mendalam dalam forum APPF ini, guna menjalin kerja sama yang lebih kuat antar parlemen kawasan Asia-Pasifik,” tutupnya. (*/fan)

Baca juga: Kemenkominfo Perkuat Literasi Digital UMKM di Kawasan Indonesia Timur


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Gema

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Share via
Share this