Tiga Kementerian Bersinergi Gelar TIIWG G20 September Mendatang

waktu baca 3 menit
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Konferensi Pers Bersama "Inaugurasi G20 TIIWG" secara hibrida di Jakarta pada Selasa (8/2/2022). (Foto: Kemendag)

Jakarta, gemasulawesi.com- Tiga Kementerian akan saling bersinergi menggelar pelaksanaan Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 yang direncanakan dilaksanakan pada September mendatang di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Tiga kementerian yang akan bersinergi itu adalah, Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPK dan Kementerian Perindustrian.

Baca: Kemendag Diminta Konsisten Menerapkan Kebijakan HET Minyak Goreng

Sinergi itu sebagai bentuk dari komitmen pemerintah dalam mendukung penuh Presidensi G20 Indonesia 2022 dalam rangka pemulihan ekonomi global melalui peningkatan peran perdagangan, investasi dan industri.

Hal itu diungkapkan, tiga Menteri terkait, dalam konferensi pers bersama “Inaugurasi G20 TIIWG” secara hibrida di Jakarta, Selasa 8 Februari 2022.

Kegiatan G20 TIIWG sendiri akan dipimpin Kemendag dengan tema yang diusung, “Aligning Trade, Investmen, and Insdustry Agenda With Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami berkomitmen penuh mendukung presidensi G20 Indonesia. Agar G20 bisa menjadi katalis pemulihan ekonomi global, mengedepankan kemitraan dan inkluvitas memberikan dampak nyata bagi masyarakat global,” terang Mendag, Muhammad Lutfi selaku penanggung jawab Side Events G20 tahun 2022.

Untuk mensukseskan program itu kata Lutfi, Kemendag bersama Kemeninves/BKPM dan Kemenperin siap menjadi tuan rumah dan memimpin pertemuan G20 TIIWG.

Tiga Kementerian Bersinergi Gelar TIIWG September Mendatang
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memberi paparan persiapan
Presidensi G20 Indonesia 2022 untuk pemulihan ekonomi global melalui peningkatan peran perdagangan, investasi, dan industri pada konfrensi pers “Inaugurasi G20 TIIWG” secara hibrida di Jakarta pada Selasa (8/2/2022). (Foto: Kemendag)

Dalam G20 TIIWG akan dibahas upaya dan kebijakan berbagai negara mendesain kebijakan perdagangannya agar cepat pulih Kembali dan relevan dalam konteks kekinian dan inklusif, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inti dari pertemuan tersebut akan mengangkat enam isu prioritas, yakni, WTO Reform; the Role of Multilateral Trading System to Strengthen the Achievement of Sustainable Development Goals; Trade, Investment, and Industry Response to the Pandemic and Global Health Architecture; Digital Trade and Sustainable Global Value Chains; Spurring Sustainable Investment for Global Economic Recovery; dan Inclusive and Sustainable Industrialization via Industry 4.0.

Baca: Kemendagri Minta PKK Berperan Sosialisasi Penerapan Prokes

Pembahasan isu-isu tersebut diharapkan dapat memberikan hasil konkret melalui kesepakatan tingkat Menteri yang sejalan dengan tiga deliverables utama Presidensi G20 Indonesia yaitu Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Ekonomi Digital, dan Transisi Energi.

Melalui keenam isu tersebut, Indonesia akan memastikan agenda dan kebijakan perdagangan, investasi, dan industri bagi pencapaian SDGs.

SDGs menjadi pondasi yang tidak terpisahkan dari proses agenda perubahan kebijakan tiga sektor tersebut dalam mencapai pembangunan berkelanjutan yang sejahtera, merata, dan adil, baik negara maju maupun berkembang. Kemendag akan memastikan kepentingan bersama ini dapat diterima seluruh delegasi G20 dan disepakati seluruh Menteri G20 secara konsensus.

Melalui G20 TIIWG ini, kata Lutfi, Kemendag menekankan narasi tersebut sebagai tanggung jawab bersama untuk pemulihan ekonomi. (adv)

Baca: Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.