Tiga Warga Sulawesi Selatan Jadi Korban Penyerangan KKB

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Hukum, gemasulawesi – Tiga warga selayar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua yakni Daeng Marannu 41 Tahun, Taufan Amir 42 Tahun dan Sirajudin 27 Tahun.

Hal itu diungkapkan Permas Papua, Supriadi Laling dalam rilisnya, pada Sabtu 16 Juli 2022.

“Sebagai Ketua Permas Papua, saya mengutuk keras tindakan KKB yang tidak manusiawi itu,” ucap Ketua Permas Papua Supriadi Laling dalam keterangannya, Sabtu 16 Juli 2022.
Supriadi menyebut tindakan KKB sangat biadab karena menyerang masyarakat yang mencari nafkah.

Ia mengatakan, kami sebagai bagian terorganisir dari organisasi Permas tentu sangat berduka atas kejadian yang mengakibatkan tiga warga kami yang meninggal dunia.

Baca: BPS Sebut Rokok dan Beras Jadi Pemicu Kemiskinan di Gorontalo

Supriadi mengaku masih berkoordinasi dengan pengurus di Mimika untuk mengetahui keberadaan jenazah ketiga warga Selayar itu. Ia juga menghubungi Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Papua ataupun Nduga.

“Kami sebelumnya telah berkoordinasi dengan pengurus Permas Mimika, KKSS dan insyaallah pemerintah Nduga akan segera memfasilitasi kepulangan jenazah mereka” ucapnya.

Jenazah ketiga warga Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi korban penembakan KKB di Kabupaten Nduga, Papua itu rencananya akan diterbangkan ke Selayar melalui Makassar pada Minggu 17 Juli 2022.

Sebelumnya, polisi mengatakan sekitar 20 anggota KKB menyerang beberapa warga sipil di Nduga, Papua. Sepuluh orang tewas dan dua lainnya luka parah.

Tiga anggota KKB membawa senjata api sedangkan yang lainnya membawa senjata tajam. Mereka pun menghampiri warga yang berada di dalam truk. (*/Ikh)

Baca: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Pemkot Palu Gandeng PDGI

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.