Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Tiga Pelaku Pembuat Inex Palsu di Johar Baru, Diancam 15 Tahun Penjara

Tiga Pelaku Pembuat Inex Palsu di Johar Baru, Diancam 15 Tahun Penjara
Foto: Tiga Pelaku Pembuat Inex Palsu di Johar Baru, Diancam 15 Tahun Penjara.

Gemasulawesi– Polres Metro telah menetapkan tiga pelaku kasus pembuat inex palsu di Johar Baru, Jakarta Pusat. Ketiganya diketahui berinisial IS, MN dan PR, diancam hukuman 15 tahun penjara akibat perbuatannya.

“Para pelaku menggunakan beberapa obat-obatan hingga spidol untuk mewarnai inex, yang mereka produksi sendiri,” Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Hariyanto dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Rabu 15 September 2021.

Dia menyebut, para pelaku pembuat inex dijerat Pasal 60 ayat (1) b subsider Pasal 62 Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 197 subsider Pasal 196 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2008 tentang Kesehatan juncto Pasal 55 KUHP.

Baca juga: Oknum PNS di Bitung Jadi Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR

Pengungkapan penyalahgunaan narkotika jenis psikotropika yaitu home industry inex palsu kata dia, dikatakan inex palsu, karena bahan-bahan digunakan adalah diazepam, clorilex dan pil kina.

Setyo menerangkan, para pelaku dapat memproduksi 3.000 butir inex palsu dalam seminggu. Omzet dicapai para pelaku dari penjualan inex palsu ini fantastis.

“Nilai keuntungan sangat fantastis karena dengan modal Rp 5.000 untuk 1 butirnya, mereka dapat menjual 1 butirnya Rp 200.000,” ungkapnya.

Dalam aksinya, pelaku mewarnai pil yang telah diolah dari bobat-obatan itu dengan spidol warna agar terlihat seperti inex sungguhan.

“Kenapa kami katakan itu home industry? home industry rumahan karena alat-alatnya sangat sederhana, hanya sebatas mungkin pensil, spidol, pensil dan obat2an yang dapat didapatkan,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga menerangkan, efek ditimbulkan dari inex palsu ini sama bahayanya dengan narkoba. Konsumsi inex palsu bisa mengakibatkan halusinasi.

“Berbeda dengan ekstasi asli, mengandung amphetamine, itu biasanya apabila memakai esktasi itu dia pasti harus mendengarkan musik, sedangkan bersifat halusinogen. Dia bisa berhalusinasi dan efeknya bisa menyebabkan emosi tinggi, ataupun paranoid melihat orang, dan bermacam-macam dan efeknya untuk kesehatan sangat berbahaya, apalagi dia menggunakan spidol warna ini untuk pewarna pil yang dicetak oleh mereka,” tutupnya. (***)

Baca juga: Polisi Bekuk Pencuri Handphone 16 TKP di Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post