Tiga Gempa Beruntun Getarkan Kota Palu Sulawesi Tengah

Tiga Gempa Beruntun Getarkan Kota Palu Sulawesi Tengah
Gempa Kota Palu Sabtu Dini Hari, 11 April 2020

Sulawesi tengah, gemasulawesi.com Tiga gempa beruntun getarkan Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu dini hari, 11 April 2020.

Menurut data dari BMKG Geofisika Palu, gempa pertama magnitudo 2,5 pukul 03:02:27 WITA. Lokasi 0.79 LS – 119.93 BT. Epicenter gempa di darat, 14 km arah timur laut Kota Palu. Kedalaman 13 Km.

Read More

Gempa susulan kedua Kota Palu Sulawesi Tengah, magnitudo 3,0 pukul 03:59:12 WITA. Lokasi 0.81 LS – 119.92 BT. epicenter gempa di darat 11 km arah timur laut Kota Palu. Kedalaman delapan Km.

Gempa susulan ketiga, magnitudo 2,1 pukul 04:01:02 WITA. Lokasi 0.79 LS – 119.91 BT. Epicenter gempa berada di darat, 13 km arah utara Kota Palu. Kedalaman delapan Km.

Selanjutnya, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

BMKG juga menjelaskan berdasarkan skala MMI berikut informasi yang dapat dipelajari:

I MMI berarti getaran gempa bumi tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI, getaran atau goncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI, getaran gempa bumi dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI, pada saat siang hari, gempa bumi dapat dirasakan orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela atau pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI, getaran gempa bumi dapat dirasakan hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang dan bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI, getaran gempa bumi dirasakan semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak ringan.

VII MMI, semua orang di rumah keluar. Akibat gempa kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI, akibat gempa kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

X MMI, karena gempa kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI, bangunan dari kayu yang kuat rusak akibat gempa, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI, bangunan-bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah dan rel sangat melengkung.

XII MMI, hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca juga: 14 Positif Virus Corona Sulawesi Tengah, Update 10 April 2020

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.