Tidak Daftar Ulang, 167 Mahasiswa Unand Disebut Mengundurkan Diri

Tidak Daftar Ulang, 167 Mahasiswa Unand Disebut Mengundurkan Diri
Foto: Gerbang Masuk Unand.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Sebanyak 167 orang mahasiswa Unand, Padang, Sumatera Barat, mengundurkan diri karena tidak mendaftar ulang selama dua semester berturut-turut.

“Memang benar. Tapi itu bukan DO. Kalau bahasanya mahasiswa itu mengundurkan diri karena prinsipnya Unand tidak ada mengeluarkan mahasiswa,” ungkap Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Yuliandri, saat dimintai konfirmasi, Sabtu 17 Juli 2021.

Kabar 167 mahasiswa Unand mundur itu berasal dari dua fakultas, yakni 80 orang dari Fakultas Pertanian dan 87 lainnya dari Fakultas Ilmu Budaya.

Baca juga: Pindahkan Tahanan ke Lapas, Kejari Lakukan Rapid Tes

“Mereka dinyatakan mengundurkan diri karena tidak mendaftar ulang selama dua semester berturut-turut,”

Aturan itu dibuat berdasarkan Peraturan Rektor Unand Nomor 14 Tahun 2020 tentang Peraturan Akademik Program Sarjana Universitas Andalas pada Pasal 14 ayat 2.

Pasal itu menyatakan mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang dua semester berturut-turut, dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa.

Baca juga: Syarat Zonasi PPDB Sebabkan Tingginya Mobilitas Penduduk

“Dinyatakan mengundurkan diri itu adalah mahasiswa sudah tidak ada kabarnya lagi dua semester berturut-turut. Tidak aktif lagi,” kata dia.

Pihak kampus tidak akan mengeluarkan mahasiswa. Melainkan, pihak kampus akan membantu permasalahan mahasiswa terkait kuliah jika ada komunikasi baik.

“Kalau dikomunikasikan, akan kita fasilitasi. Semuanya akan kita bantu. Hanya masalahnya, ini tidak ada kejelasan,” katanya.

Baca juga: OTT Bupati Banggai Laut, KPK Turut Amankan 16 Orang

Mahasiswa pindah kampus diam-diam 

Selain tidak mendaftar ulang selama dua semester berturut-turut, ada juga mahasiswa sudah pindah kampus secara diam-diam. Bahkan, mahasiswa itu pindah tanpa mengurus administrasi apa pun.

“Mahasiswa-mahasiswa ini tidak mengurus administrasi. Juga ada yang pindah, namun diam-diam saja,” kata Rektor.

Pihaknya telah membuat kebijakan untuk meringankan beban mahasiswa selama pandemi covid-19, terutama terkait uang kuliah. Pembayaran uang kuliah bisa dicicil turun biaya atau dibebaskan.

“Untuk membantu mahasiswa kesulitan ekonomi akibat covid-19, kita punya kebijakan dikeluarkan sejak tahun 2020. Mahasiswa bisa mencicil, turun biaya, atau bahkan dibebaskan dari uang kuliah tunggal,” tutupnya. (***)

Baca juga: Maju Pilgub Sulteng 2020, Hidayat Lamakarate Mundur dari Sekprov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post