Tujuh Orang Jadi Tersangka Peredaran Obat Ilegal Palu

Tujuh Orang Jadi Tersangka Peredaran Obat Ilegal Palu
Foto: Peredaran Obat ilegal di Kota Palu
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyebut tujuh orang jadi tersangka peredaran obat ilegal Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tersangka peredaran obat ilegal, merupakan hasil pengawasan BPOM Kota Palu selama satu tahun terakhir,” ungkap Kepala Balai POM, Fauzi Ferdiansyah saat pemusnahan produk ilegal, di Kota Palu, Senin 28 Desember 2020.

Peredaran obat ilegal Kota Palu medio 2019 hingga 2020 sudah mencapai ribuan produk obat dan makanan ilegal.

Ia mengatakan, sebanyak 6011 picis produk obat dan makanan ilegal dimusnahkan BPOM Kota Palu.

Baca juga: Ini Kombinasi Obat Covid-19, Penemuan Peneliti Unair Indonesia

Dari 6011 picis produk ilegal itu lanjut dia, terdiri dari kosmetik yang tidak memiliki izin edar sebanyak 5738 picis.

Kemudian, obat tradisional yang tidak memiliki izin edar 181 picis dan pangan yang tidak memiliki izin edar sebanyak 92 picis.

“Total temuan produk obat dan makanan ilegal itu senilai Rp 150.964.702,” urainya.

BPOM Kota Palu lanjutnya, memusnahkan barang ilegal itu dengan cara merusak atau membakar kemasan. Kemudian, ditimbun pada lubang tanah yang telah dipersiapkan.

“Pemusnahan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, pemerintah daerah dan lintas sektor. Terkait hasil pengawasan Balai POM di Palu selama dalam satu tahun terakhir,” jelasnya.

Baca juga: Wabup Ajak Wujudkan Kabupaten ODF

Hindari Penyalahgunaan, Ini Aturan Membuang Obat Kadaluarsa

Agar tidak disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab, membuang obat yang sudah kadaluarsa ada aturannya.

Jadi, mulai sekarang hindari membuang obat sembarangan.

Apapun jenis obatnya, jika sudah melewati masa kadaluarsa sebaiknya obat tersebut segera disingkirkan atau dibuang.

Komposisi obat kadaluarsa dapat berubah dan berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

Baca juga: Ini 67 Batch Produk Obat Terindikasi Mengandung Bahan Resiko Kanker

Kembalikan Obat Kadaluarsa ke Apotek

Obat kadaluarsa yang dibuang begitu saja di tempat sampah, toilet, atau saluran air dapat membahayakan orang lain dan lingkungan.

Selain mungkin dimanfaatkan oleh orang lain dengan tujuan yang tidak baik, obat-obatan kadaluarsa yang dibuang ke toilet juga bisa berakhir sistem saluran air hingga membahayakan lingkungan.

Bahkan, dalam studi menyebutkan obat kadaluarsa tertentu juga berisiko menjadi tempat pertumbuhan bakteri.

Antibiotik yang sudah melalui masa berlakunya bisa gagal mengobati infeksi, serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan resistensi antibiotik.

Oleh karena itu, salah satu cara aman dalam membuang obat kadaluarsa yaitu disarankan untuk membawa obat yang sudah kadaluarsa ke apotek terdekat, untuk dihancurkan atau dibuang dengan aman sesuai prosedur lembaga kesehatan setempat.

Cara Tepat Membuang Sendiri Obat yang Sudah Kadaluarsa

Jika memang Anda ingin membuang sendiri obat yang sudah kadaluarsa, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mematuhi aturannya, di antaranya adalah:

1.Baca label obat terlebih dahulu dan jika ada petunjuk pembuangan khusus yang tertempel, maka ikuti petunjuknya.

2.Pisahkan obat yang sudah kadaluarsa dari kemasan atau plastik obat.

3.Jangan menghancurkan obat berbentuk tablet atau kapsul, tetapi campur obat kadaluarsa dengan tanah, kotoran kucing, ampas kopi atau zat lain yang menyerap obat.

4.Tempatkan obat yang hendak dibuang dalam kantong plastik tertutup untuk mencegah anak kecil, binatang peliharaan atau orang lain mengorek dari sampah Anda.

5.Buang obat dalam tempat sampah.

6.Jika membuang obat yang diresepkan dokter, coret semua informasi yang ada di label botol atau plastik obat.

7.Hapus informasi dari label resep obat untuk membantu menjaga privasi dan melindungi informasi tentang kesehatan pribadi Anda.

Jika obat pribadi Anda memiliki waktu kadaluarsa yang masih lama, simpanlah dengan baik di tempat yang dingin, gelap, tidak lembap, dan jauh dari jangkauan anak kecil. Obat yang terpapar panas dan cahaya bisa berkurang keampuhannya dalam melawan penyakit.

Hal paling pentingnya adalah hati-hati jika ingin membuang obat kadaluarsa agar tidak disalahgunakan dan membahayakan orang lain dan lingkungan.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post