Tersandung Kasus Korupsi, ASN Polman Dipecat

0
71
Tersandung Kasus Korupsi, ASN Polman Dipecat
Sekda Polman, Bebas Manggazali (Foto:Ist)

Polman, gemasulawesi.com Tersandung kasus korupsi, delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Polman diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat.

Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Daerah (Sekda) Polman, Andi Bebas Manggazali, kepada sejumlah media, usai acara Halal Bi Halal di kantor bupati, Senin, 10 Juni 2019.

“Kedelapan ASN Polman yang dipecat terdiri dari guru, pegawai Dinas Kesehatan, pegawai Inspektorat, PU dan pegawai negeri lainnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, keputusan ini diambil setelah mendapat keputusan tetap (Incracht) dari Pengadilan Negeri Polewali, pemecatan karena terlibat dalam kasus tindak pindana korupsi.

Semula ditetapkan hanya enam ASN yang bakal dipecat, lalu menyusul dua orang ASN, keseluruhannya sudah dipecat sejak tanggal 30 April dan tidak menerima gaji pensiun.

“Surat pemecatan tersebut sudah dikirim tanggal 30 April 2019 oleh Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar dan mesti ditindaklanjuti secepatnya,” jelasnya.

Kemudian, apabila pemecatan tidak segera ditindaklanjuti, maka yang akan mendapatkan sanksi adalah Pemda Polman dalam hal ini bupati, wakil bupati dan sekda.

Sebelumnya, pihaknya sudah mempertanyakan detail komdisi kasus ini ke Kemenpan karena sebagian dari mereka sudah menjalani hukumannnya dan melakukan pengembalian kerugian negara sesuai tuntutan pengadilan.

“Sebenarnya mereka ini kasihan, jika kita menilik kembali apa yang mereka miliki dan berkaca dengan kondisi keberadaan mereka sebenarnya,” tuturnya.

Ia mencontohkan, seorang guru ASN yang mendapatkan ganjaran hukuman penjara yang berujung pemecatan karena hanya masalah uang Rp 600 Ribu.

Namun yang namanya aturan hukum, kesalahan sekecil apapun tetap bisa dipidana dan akhirnya dipecat dan ini aturannya tidak berlaku surut.

Kabid Pengadaan Informasi Kinerja Pegawai BKPP Polman Merinci ASN Yang Dipecat

Kepala Bidang pengadaan Informasi Kinerja Pegawai BKPP Polman, Surahman saat dikonfirmasi terpisah, menyampaikan enam orang yang dipecat yakni Ir. Baharudin (bagian Pengadaan dan Jasa PU), Hamzah (staf Inspektorat).

Berikutnya, Irsan Sirajuddin (Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Balitbangren), Hj Farida (mantan kepala SDN 023 Kunyi Kecamatan Anreapi), Rafiudin (staf Kelurahan Darma), Saktiawam Hakim (staf Dinas Kesehatan).

Sementara dua orang SK-nya menyusul telah di tandatangani oleh Mendagri, Kemenpan RB dan kepala BKN RI yakni Ibrahim Suaib, S.Pd dan Rahmadiah Nurdin, S.PI.

“Sanksi tersebut merupakan sanksi terberat, sudah sesuai perintah undang-undang pertanggal 1 Mei 2019,” tegasnya.

Sementara terkait ASN yang jarang berkantor, Sekda menyampaikan akan melakukan pendekatan persuasif terlebih dahulu setelah diberikan pernyataan tertulis, lalu dibina. Namun, jika masih tidak bisa dibina maka akan dipecat.

Laporan: Kautsar

Tinggalkan Balasan