2Banner GIF 2021

Terlibat Penipuan, WNA Nigeria Terancam Masuk Bui

Terlibat Penipuan, WNA Nigeria Terancam Masuk Bui
Foto: Illustrasi. Terlibat Penipuan, WNA Nigeria Terancam Masuk Bui.

Gemasulawesi– WNA asal Nigeria berinisal MA (32) terancam empat tahun penjara, akibat terlibat dalam dugaan kasus penipuan dengan modus menawarkan Black Dollar.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin 25 Oktober 2021.

Dia mengatakan, dalam kasus penipuan WNA Nigeria pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang Rp 19 juta, enam unit ponsel, 16 buku tabungan, serta sejumlah ATM dan kartu identitas.

Baca juga: Pelaku Penipuan Lintas Negara Dijerat Pasal Berlapis

Pelaku MA kata dia, melancarkan aksi penipuan melalui media sosial. MA berhasil menipu korbannya sebesar Rp 185 juta dengan modus menawarkan Black Dollar.

Saat beraksi, MA dibantu istri dan adik iparnya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) berinisial DA (32) dan HL (21).

“Dia menawarkan kepada korban Black Dollar ini datang dari negara asing yang bisa diseludupkan ke Indonesia,” ujarnya.

Black Dollar adalah uang asing yang dilapisi dengan karbon untuk mengelabui petugas Imigrasi, dan Bea Cukai, kemudian bisa diseludupkan ke Indonesia.

Black Dollar berbentuk mata uang asing, dan rencananya bisa dijual di Indonesia dengan kurs yang lebih rendah, sehingga mendapatkan keuntungan tinggi.

“Atas adanya tawaran itu dari pelaku melalui media sosial kemudian korban tertarik. Korban tertarik, kemudian ditawarkanlah paket pertama sebanyak 185.000 dollar AS dalam bentuk Black Dollar,” tuturnya.

Setelah yakin, korban mengirimkan uang Rp 185 juta dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 100 juta dan Rp 85 juta pada hari yang sama.

“Kemudian ditunggu-tunggu tidak datang juga itu paket. Kemudian dihubungi lagi oleh si korban, pelaku tersebut kemudian menjanjikan bertemu secara langsung di satu tempat. Ternyata korban tidak bertemu hanya ditemui oleh satu orang ini (pelaku lainnya),” ujar Azis.

Korban sudah beberapa kali membuat janji pertemuan dengan MA tetapi tak bertemu. Korban pun akhirnya menyadari, dirinya tertipu dan melaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Saat beraksi, MA dibantu istri dan adik iparnya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) berinisial DA (32) dan HL (21).

“Yang bersangkutan juga mencari peluang bisnis kemudian ada salah satu jaringan komunikasi media sosial yang menawarkan peluang bisnis, yaitu sebuah paket yang berisi diduga Black Dollar,” tutupnya. (***)

Baca juga: Perdagangan RI – China Segera Tidak lagi Gunakan Dolar AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post