2Banner GIF 2021

Terlibat Pencabulan, Kapolsek dan Enam Penyidik di Sumut Dicopot

Terlibat Pencabulan, Kapolsek dan Enam Penyidik di Sumut Dicopot
Foto: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak. Terlibat Pencabulan, Kapolsek dan Enam Penyidik di Sumut Dicopot.

Gemasulawesi– Enam penyidik diduga terlibat kasus pencabulan dan pemerasan terhadap istri tersangka di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dicopot.

Bahkan, Kapolsek  dan Kanit Reskrim pun ikut dicopot karena dianggap bertanggung jawab atas dugaan kasus pencabulan oknum penyidik.

“Makanya saya sudah copot tadi malam yang bersangkutan (penyidik) termasuk Kapolseknya,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Selasa 26 Oktober 2021.

Baca juga: DPR Minta Gandeng Kepolisian Usut Dugaan Pemerasan Anggota BNPB

Dalam kasus itu kata dia, enam oknum polisi Deliserdang dilaporkan ke Bidang Propam Polda Sumut,  yakni berinisial Aiptu DR, Aipda SDB, Aipda HKR, Aiptu HG, Aipda SP dan Bripka RHL.

Para penyidik diduga melakukan pemerasan, menghilangkan barang bukti berupa dua unit sepeda motor milik tersangka dan mencabuli istri dari tersangka narkoba.

Dia mengatakan, saat ini kasus itu masih didalami Bidang Propam Polda Sumut. Dia mengaku, ikut prihatin atas kasus itu.

Menurut dia, seorang polisi harus menunjukkan tanggung jawabnya untuk melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Ini tidak boleh dilakukan seorang anggota Polri. Dia harus tunjukkan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri yang bisa melindungi dan mengayomi masyarakat,” ujarnya.

Dia pun meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan kasus itu ke Polda Sumut. Sebab semua yang terlibat, akan ditindak tegas.

“Saya ikut prihatin, saya sudah dengar dan saya sudah bicara kepada jajaran saya. Percayakan saja, saya akan tindak tegas,” jelasnya.

Kasus itu berawal saat polisi menggerebek kediaman MU di Jalan Kapten Muslim, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa 4 Mei 2021 lalu.

Saat itu petugas menemukan SM, suami dari MU bersama rekannya AS menguasai narkoba jenis sabu. Kemudian, SM dan AS dibawa penyidik.

Belakangan, Bripka RHL menghubungi orang tua kedua tersangka untuk meminta uang sebesar Rp30 juta.

Sementara itu Aiptu DR mengajak MU (19) istri dari AS bertemu di hotel untuk membicarakan masalah suaminya yang terjerat narkoba. Di hotel itulah MU diduga dicabuli. (***)

Baca juga: Tersandung Hukum, Partai Copot Jabatan SS di DPRD Parimo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post