Terkuak Otak Pembunuhan Juragan Emas di Papua

waktu baca 2 menit
Foto: Ilustrasi wanita otak pembunuhan juragan emas di Papua.

Berita nasional, gemasulawesi– Petugas kepolisian berhasil menguak otak pembunuhan juragan emas, Nasrudin alias Acik (44) di Papua.

Adalah istri korban sendiri VLH (25) menjadi otak pembunuhan juragan emas di Papua.

“Dilihat pada saat laporan kejadian itu sendiri sang istri tidak langsung melaporkan, laporan muncul dari kakak korban,” ungkap Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Gustav Robby Urbinas, Senin 5 Juli 2021.

Kecurigaan polisi ini berawal dari saat Acik tewas dibunuh perampok, istri korban tak langsung melaporkan peristiwa pembunuhan juragan emas itu ke polisi.

Ia mengatakan kuat dugaan sebenarnya VLH tahu soal kejadian ini, namun ia tak melaporkannya.

Baca juga: Buronan Pembunuh PSK Tondo Kota Palu Tertangkap

Dengan demikian sangat kuat dugaan, istri korban mengetahui tetapi tidak melaporkan ke polisi dengan kesaksian yang sebenarnya.

Sebelumnya, VLH tampak histeris tangisi kematian Acik. Saat ditemukan warga di Jalan Hanurata, sambil menangis ia menyebut suaminya tewas dibunuh kawanan perampok jalanan.

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Warga Palupi

Pelaku juga sempat pura-pura depresi kehilangan suami pun terlihat setelah Acik tewas. Sambil mengenakan daster, VLH tampak sering melamun.

Bahkan saat keluarga mencoba bicara padanya, pelaku ini tidak sedikitpun menyahut.

Baca juga: Konvensi Hak Anak Amanatkan Pemenuhan Inklusif Anak

Begitu juga ketika acara tahlilan suaminya korban pembunuhan juragan emas, VLH tak henti menangis. Akibatnya, keluarga pun berusaha menenangkannya, yang dikiranya depresi kehilangan Acik.

Namun setelah itu, polisi pun menggeruduk dan menangkap VLH otak pembunuhan juragan emas di Papua.

Baca juga: Viral Chat Cabul kepada Penerima Vaksin di Boyolali

Warga yang memadati rumah duka bahkan terkaget dan langsung menyoraki pelaku atas aksinya itu.

Keluarga korban pun ikut geram mengetahui VLH menjadi otak pembunuhan juragan emas di Papua bersama selingkuhannya.

Baca juga: Tangkap Sindikat Narkoba Kota Palu, Polisi Amankan 2 Kg Sabu

Undang-undang mengatur tindak pidana pembunuhan berencana tersebut diancam pidana berdasarkan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), yang berbunyi:

“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun”. (**)

Baca juga: Sulawesi Tengah Masuk Daftar Kota PPKM Mikro Ketat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.