Terkait Mangrove, Ketua DPRD Dukung Bupati Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Foto: Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Ketua DPRD dukung Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terkait penegakan hukum untuk pengrusakan mangrove.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh,” ungkap Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, di ruang kerjanya, Rabu 23 Juni 2021.

Ketua DPRD dukung Bupati terkait penjelasannya untuk mendorong Aparat Penegak Hukum (APH), bertindak tegas terhadap pengrusakan Mangrove di Parigi Moutong.

Penegakan hukum dilakukan APH, jangan memandang siapapun sebagai pelaku pengrusak tanaman Mangrove. Baik masyarakat, pelaku usaha, pebisnis hingga pejabat harus diberikan tindakan tegas.

Baca juga: Rusak Hutan Mangrove di Parigi Moutong, Dikenai Pidana

“Jika melakukan investasi di kawasan Mangrove, tentu melalui prosedur dan mekanisme yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti izin,” sebutnya.

Hal ini, bukan maksud menutup akses bagi investor atau pengusaha untuk melakukan pengembangan di kawasan Mangrove di Teluk Tomini.

Baca juga: Gabungan Pecinta Alam Tanam Mangrove di Parigi Moutong

Hanya saja, berdasarkan sepengetahuannya berinvestasi di kawasan itu, seharusnya mengikuti jalur tanaman Mangrove, tidak melakukan tindakan merambah dan merusaknya.

“Justru membangun kawasan Mangrove berbasis wisata merupakan ide yang luar biasa, namun tidak merusak habitatnya. Silahkan melakukan investasi didalam kawasan Manggrove,” ujarnya.

Baca juga: Lakukan Pengrusakan, Satu Nelayan Toili Diamankan Polisi

Terkait hal itu, pihaknya juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup melakukan investigasi terkait pengrusakan, pembabatan tanaman Mangrove di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Sebelumnya, Bupati Parigi Moutong, H. Samsurizal Tombolotutu, mengimbau masyarakat Parigi Moutong tidak melakukan tindakan pengrusakan tanaman Mangrove di sepanjang Teluk Tomini.

Baca juga: Gempa 5,4 SR Mamuju Tengah Sulawesi Barat Makan Korban

“Saya imbau masyarakat untuk tidak merusak atau menebang pohon manggrove, karena itu sama halnya merusak alam,”kata Samsurizal Tombolotutu, di Lolaro, baru baru ini.

Hingga kini, masih ditemukan warga berani menebang pohon Mangrove. Padahal itu merupakan tanaman seharusnya dilestarikan demi kehidupan keragaman biota laut dan untuk kehidupan anak cucu kelak.

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Remaja Pelaku Aniaya dan Perusakan di Banggai

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.