Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Terjun ke Laut, Penumpang Kapal Feri Hilang di Selat Bali

Terjun ke Laut, Penumpang Kapal Feri Hilang di Selat Bali
Foto: Illustrasi hilang usai terjun ke laut.

Gemasulawesi– Tim gabungan penyelamatan di perairan Selat Bali terus melakukan pencarian terhadap seorang penumpang kapal feri Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dilaporkan terjun ke laut.

“Dari informasi yang diperoleh, korban diduga sengaja terjun,” ungkap Kasat Pol Air Polresta Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza di Bayuwangi, Kamis 29 Juli 2021.

Laporan penumpang kapal, korban sengaja terjun ke laut masih ditelusuri Tim SAR Gabungan dari unsur TNI Angkatan Laut, Basarnas dan Polisi Air di wilayah Gilimanuk, Bali.

Baca juga: Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Fokus di Pulau Bali dan Jawa

Korban diketahui bernama Rama Pratama Putra (17) warga Kampung Kecubung, Indrajaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Korban menumpang KMP Dharma Ferry 1 tujuan Bali berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sekitar pukul 17.05 WIB.

Saat kapal berada di titik koordinat 08°08.938’/ S 114°25.689’ E korban tanpa alasan jelas langsung terjun ke laut.

Setelah mengetahui ada satu penumpang kapal feri terjun, nahkoda KMP Dharma Ferry 1 sempat melakukan upaya pencarian hingga 15 menit lamanya di kawasan titik tenggelamnya korban. Namun, korban masih belum juga ditemukan keberadaannya.

“Belum ditemukan korbannya. Kita himbau untuk kapal-kapal lain melintas bisa segera melapor kepada pihak berwajib jika menemukan korban di laut. Pencarian masih dilakukan,” tuturnya.

Dia menuturkan, dari pengakuan sejumlah saksi, korban sengaja menceburkan diri ke laut hingga akhirnya hilang terseret derasnya arus Selat Bali menuju ke arah Selatan.

“Benar, ada peristiwa penumpang kapal hilang sekitar pukul 17.50 WIB. Saat ini sudah ditindaklanjuti Tim SAR di Gilimanuk. Karena TKP ada di Gilimanuk,” tuturnya.

Kasus serupa pernah terjadi di perairan selat Bali 

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di perairan selat Bali. Korban bernama Dominggus Tonggoronggo (22). 

Dia diketahui menumpang Bus Jawa Indah bernopol L 7825 UV dari Jakarta menuju Sumbawa, NTT. Korban tercebur ke laut saat melintasi Selat Bali menggunakan KMP Gilimanuk 1, dari dermaga Pelabuhan Gilimanuk Bali, pada 4 November 2019 silam, sekitar 18.54 WIB. 

Dari keterangan beberapa orang saksi mata, kata Kasatpolairud Polres Banyuwangi, AKP Subandi, saat itu korban berdiri di pinggir dek kapal. Kemudian terjadi gelombang laut setinggi 1 meter lebih disertai angin kencang. 

Diduga karena posisinya terlalu pinggir, korban terpeleset hingga jatuh ke laut. (***)

Baca juga: Alokasikan Ratusan Juta Rupiah, Pemdes di Mamasa Sulap Air Terjun Jadi Objek Wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post