Tergugat Tolak Putusan Eksekusi Tanah PN Parigi di Desa Olaya Parigi Moutong

Tergugat Tolak Putusan Eksekusi Tanah PN Parigi di Desa Olaya Parigi Moutong
Eksekusi Lahan PN Parigi- PN Parigi membaca putusan MA terkait eksekusi lahan di Desa Olaya Kabupaten Parigi Moutong. Nampak tergugat menolak putusan MA yang dibacakan juru sita PN Parigi. GemasulawesiFoto/MuhammadRafii

Parigi moutong, gemasulawesi.com Tergugat tolak putusan PN Parigi terkait eksekusi sebanyak empat bidang tanah di Desa Olaya Parigi Moutong (Parimo).

“Eksekusi tanah di Desa Olaya Parigi Moutong adalah hasil putusan kasasi Mahkama Agung (MA) atas perkara yang dimohonkan penggugat Latjo R (68) warga Desa Olaya. Yang menjadi tergugat adalah Samrin,” bunyi putusan PN Parigi.

Read More

Dalam pembacaan hasil putusan kasasi MA yang dibacakan Juru Sita PN Parigi dihadapan kedua belah pihak dan warga setempat yang hadir di lahan yang disengketakan.

PN Parigi menerangkan satu persatu bidang tanah beserta batas-batas dengan meminta kepada pihak tergugat untuk tidak melakukan aktifitas diatas lahan yang dimohonkan penggugat.

Sementara itu, dari pihak tergugat yang hadir di lokasi tidak menandatangani putusan PN. Alasannya, karena dalam objek yang dibacakan terdapat kejanggalan batas-batas lahan yang dimenangkan penggugat.

Menurut salah seorang ahli waris, Lisman akan menempuh upaya hukum. Ia merasa hasil putusan MA yang dibacakan Juru Sita PN Parigi khususnya terkait batas-batas lahan dari empat bidang yang disengketakan tidak sesuai dengan objek lahan yang sebenarnya.

Baca juga: DPRD Parigi Moutong Soroti Pembangunan SPAM

“Selain menempuh jalur hukum, saya akan melapor ke Kepolisian. Intinya dalam kasus ini ada pidananya, karena disini ada kebohongan dan pemalsuan,” tegasnya.

Menurutnya, batas-batas lahan yang dibacakan dalam putusan MA terdapat kesalahan, karena dirinya tahu benar batas-batas tanah itu.

Begitu pula katanya, dalam dokumen kepemilikan yang menjadi dasar penggugat sama sekali tidak ditanda tangani oleh Kepala Desa (Kades) setempat. Adapun tanah terletak satu hamparan dengan luas kurang lebih enam hektar.

“Itu tadi yang dibilang dalam surat Katatompo, dia tidak punya surat. Kita bisa buktikan, karena kemarin kita pernah dimediasi di Tapem, kecamatan dan pembuktiaannya ada,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya mencari kebenaran. Sebenarnya, pihak ahli waris sudah menyerahkan secara ikhlas sekitar dua hektaran, namun penggugat berkeinginan menguasai secara keseluruhan enam hektar.

Awalnya, yang menjadi objek sengketa adalah sekitar tiga hektar. Namun, nampaknya mereka serakah ingin menguasai sluruhnya. Parahnya lagi, didalam isi surat terkait luasan tanah terdapat upaya mengaburkan isi luasan tanah sebenarnya.

“Pada satu bidang batas tanah sebelas selatan berbatasan dengan tanahnya Laco. Bukan tanahnya Latjo R, tetapi yang punya Tani Temba. Itu orangnya, makanya kami bertahan dengan kebenaran bukan mengada-ngada,” tutupnya.

Baca juga: Ratusan Juta Anggaran Stok Darah BLUD RSUD Anuntaloko ‘Tidak Jelas’

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.