fbpx

Tembak Tersangka, Oknum Polisi Polsek Parigi Moutong Diamankan

waktu baca 2 menit

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Tembak tersangka pencurian berinisal SM warga Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Provinsi Sulawesi Tengah, oknum anggota Polisi Polsek Parigi Moutong diamankan.

Kapolres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, AKBP Yudy Arta Wiyono mengaku, saat ini pihaknya telah mengamankan oknum anggota Polsek Parigi beserta Senjata Api, oknum tersebut juga akan menjalani pemeriksaan berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan penangkapan, terhadap terduga SM diamankan ke Mako Polsek Parigi, baru saja sampai di parkiran, SM mencoba melarikan diri.

“Waktu di ruang interogasi, tersangka SM mencoba untuk melarikan diri lagi, akhirnya dilakukanlah tindakan tegas oleh oknum personil Polsek Parigi inisial Y,” jelas Yudy Arta Wiyono, Kapolres Parigi Moutong, waktu konfrensi pers, di Mako Polres Parigi Moutong, pada hari Kamis 09 Juni 2022.

Baca: Oknum Polisi Parigi Moutong Diduga Langgar Protap Penggunaan Senpi

Oknum Polisi anggota Polsek Parigi Moutong inisial Y, saat ini telah berkoordinasi dengan pihak keluarga tersangka SM, yang mengaku keberatan atas penembakan tersebut.

Ia juga mengarahkan agar pihak keluarga tersangka SM untuk segera melaporkan ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Parigi Moutong, agar dapat diproses sebagaimana ketentuan yang ada.

Kapolres Parigi Moutong meyakinkan, hendak melaksanakan aksi tegas kepada siapapun yang melanggar aturan ataupun tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada toleransi, saya tidak memandang siapapun mau dia anggota Kepolisian atau masyarakat akan kita proses dengan tegas,” ucap Kapolres Parigi Moutong AKBP Yudy Arta Wiyono.

Ia menambah, terdakwa SM sudah jadi Daftar Pencairan Orang (DPO) Polsek Parigi semenjak bulan Maret 2022, berkaitan kasus perampokan di Markas PMI Parigi Moutong.

Dia mengatakan, atas permintaan keluarga, tersangka SM juga akan menjalani pemeriksaan medis luka tembak untuk mengetahui apakah dia akan dirawat di rumah sakit atau hanya rawat jalan di rumah sakit.

“Misalnya, jika tidak perlu, tentu kami akan terus melakukannya sesuai dengan proses penegakan hukum yang berlaku, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tutupnya. (*)

Baca: Oknum Polisi di Medan Jual Sabu ke Dua Hakim PN Rangkasbitung

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.