fbpx

Pemkab Parigi Moutong Optimis Raih Juara Penilaian Penurunan Stunting

waktu baca 2 menit

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, optimis raih juara dalam penilaian tekan angka stunting di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2022.

Hal itu diungkapakan Irwan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dipenilaian tekan aksi percepatan stunting di Parigi pada Selasa, 14 Juni 2022.

“Kami optimis, karena daerah ini telah melakukan aksi konvergensi kelima dari delapan untuk percepatan penanganan tengkes/stunting terintegrasi,” ucapnya.

Kepala Bappelitbangda Irwan menjelaskan, selama empat tahun terakhir kabupaten Parigi Moutong terus menekan pertumbuhan tengkes/stunting di tingkat masyarakat dengan melaksanakan berbagai program.

Baca: Jadi Kawasan Pangan Nasional di Sulawesi Tengah, Ini Instruksi Mentan

Dalam kegiatan intervensi di Desa Lokus, Bappelitbangda merupakan salah satu OPD pengampun dari segi perencanaan, sehingga langkah-langkah konvergensi telah dilakukan secara optimal sebagai standar untuk melaksanakan program pengelolaan.

“Kita sudah pada aksi kelima yaitu pembinaan kader pembangunan, dan aksi satu sampai lima sudah 100 persen sesuai dengan selesainya sistem monitoring pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan berbasis website melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” jelas Irwan.

Saluran ini, kata dia, menjadi salah satu indikator evaluasi keberhasilan pengelolaan tengkes/stunting, selain mengacu pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan pelaksanaan pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (ePPBGM).

Menurut dia, berdasarkan ruang lingkup tindakan yang diikuti dalam badan pemantauan pelaksanaan konvergensi Kementerian Dalam Negeri, kabupaten/kota menjadi lokus untuk penanganan tengkes/stunting di Parigi Moutong yang sudah dilakukan intervensi hingga tindakan kelima.

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong optimis meraih juara sebagai kabupaten inovatif dalam pengelolaan ketengkesan/stunting.

Ia menambahkan, dalam upaya percepatan pengelolaan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga telah terlibat dengan menempatkan tim di 44 lokus desa di kabupaten tersebut, dimana target 2023 angka di Parigi Moutong bisa diturunkan. di bawah 11% dilihat oleh ePPBGM, dan kurang dari 26% data SSGI.

“Pada dasarnya, kami sudah memiliki tim terpadu yang melibatkan OPD, pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya sebagai bentuk komitmen dari pemerintah,” Pungkas Irwan. (*)

Baca: Polisi Ungkap Fakta, Siswa MTs Kotamobagu Yang Dibully Hingga Tewas

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.