Pasca Banjir, Warga Purwosari Parigi Moutong Kerja Bakti Perbaiki Tanggul

waktu baca 3 menit
(Foto: Warga Purwosari melakukan pembersihan saluran air yang tertutup oleh meterial bebatuan dan limbah kayu, Mawan)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Warga Desa Purwosari Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng), kerja bakti perbaiki tanggul jebol akibat banjir.

“kami memperbaiki saluran air yang digerus banjir beberapa waktu lalu dengan menggunakan alat seadanya,” ungkap Kepala Desa Purwosari, I Putu Eka Kembar, via sambungan telepon, Minggu 01 November 2020.

Ia mengatakan, aksi yang dilakukan warga Dusun Pambola Desa Purwosari bertujuan melakukan pembersihan limbah kayu yang ikut terseret banjir.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi luapan saat hujan lebat.

Baca juga: Banjir Rendam Ratusan Hektar Sawah di Purwosari Sulawesi Tengah

“Warga secara bersama juga mengangkat bebatuan yang menutup jalan air,” jelasnya.

Pascabanjir beberapa waktu lalu, pihaknya telah melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo Sulteng, terkait kondisi desa yang dihantam banjir.

Namun, hingga kini alat berat eksavator yang diharap untuk melakukan pembersihan tak kunjung tiba. Maka, masyarakat berinisiatif melakukan pembersihan.

“Kami berharap pemerintah terkhusus BPBD Parimo Sulteng setempat segera menurunkan alat berat untuk membantu pekerjaan yang umumnya agak sulit dilakukan manusia biasa,” sebutnya.

Baca juga: Warga Purwosari Sulawesi Tengah Masih Trauma Banjir

Ia menuturkan, dari empat dusun yang ada, hanya dusun Pambola yang parah akibat hantaman banjir hingga mengakibatkan satu rumah mengalami rusak parah.

Selain itu, sebanyak 700 hektar sawah milik warga tergenang lumpur. Warga menggarap kembali sawah mereka yang sudah ditanam. Bahkan, hewan ternak bebek banyak yang mati serta puluhan babi ikut hanyut.

“Kami semua mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Sebelumnya, akibat banjir di Dusun Tiga Pambola, Desa Purwosari, Kecamatan Torue Kabupaten Parimo Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca juga: Puluhan Hektar Sawah Tolai Timur Terancam Gagal Tanam

“Banjir disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah selatan Parimo,” ungkap Anggota legislatif (Anleg) DPRD Parimo, I Putu Eddy Tangkas Wijaya via sambungan telepon.

Ia mengatakan, hujan mulai turun sejak pukul 20.00 Wita. Selang beberapa lama akhirnya tanggul Matampondo Desa Purwosari Parigi Moutong jebol.

Akibatnya, puluhan rumah terendam, ratusan hektar sawah dan ternak ikut terseret banjir setinggi 70 cm.

“Sebanyak 17 rumah terendam banjir dan satu rumah mengalami rusak parah di Dusun Tiga Pambola,” urainya.

Dari hasil peninjauan, banjir yang terjadi diakibatkan talang pembuangan air tidak mampu menampung tingginya debit air. Ditambah lagi jalur tanggul yang cukup kecil.

Tanggul itu kata dia, setiap musim penghujan terus mengalami kebobolan akibat derasnya air yang mengalir ke pembuangan.

Ia mengatakan, kalau curah hujan tinggi pastinya rumah penduduk dan arael persawahan menjadi imbas dari luapan sungai.

Baca juga: DPUPR Sebut Desa Lebo Belum Diprioritaskan Bangun Tanggul

Akibat banjir, Dusun Pambola terisolir akibat jalan yang digunakan ikut terseret banjir sepanjang 30 meter.

“Jalan itu baru tiga tahun dibangun, sekarang ikut hanyut. Bahkan, bahan pokok mereka seperti beras dan lainnya ikut juga dibawah banjir,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah setempat segera turun kelapangan untuk melakukan pendataan korban banjir.

Pasalnya, masyarakat menginginkan adanya bantuan yang diberikan kepada mereka.

Baca juga: Polda Sulteng dan Korem 132 Tadulako Salurkan Sembako

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.