Senin, Mei 17, 2021
BerandaPARIGI MOUTONGKetua DPRD Desak Pemda Usut Tambang Emas Ilegal Buranga

Ketua DPRD Desak Pemda Usut Tambang Emas Ilegal Buranga

Tambang Emas Ilegal Sudah Meresahkan Warga

- Advertisement -spot_img

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Karena sudah meresahkan warga, Ketua DPRD Parimo, Sulawesi Tengah, meminta Pemda investigasi tambang emas ilegal Buranga.

“Beberapa waktu lalu, kami menerima laporan keluhan warga Desa Buranga, Ampibabo, terkait keberadaan tambang itu,” ungkap Ketua DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto Tongani, via sambungan telepon, Senin 15 Februari 2021.

Sejumlah warga mengeluhkan dampak pencemaran lingkungan dari aktifitas tambang ilegal Desa Buranga.

Pihaknya dengan tegas meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, segera melakukan investigasi mendalam ke lokasi tambang emas ilegal Buranga.

“Selain Pemda, Polres Parigi Moutong dan Polda Sulawesi Tengah juga segera melakukan investigasi,” sebutnya.

Baca juga: Massa Aksi Demo Sebut Tambang Emas Kasimbar Ancam Lingkungan

Ia juga meminta Pemprov Sulteng agar mengambil sikap tegas terkait operasi tambang emas ilegal Buranga.

“Intinya, saya bersikeras agar Pemda dan kepolisian untuk segera mengivestigasi tambang itu,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, warga Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menolak aktivitas tambang ilegal Buranga.

Baca juga: Usut ASN Hadiri Deklarasi Paslon, Bawaslu Parimo Bentuk Tim

“Kami khawatir, aktivitas tambang ilegal itu dapat memicu banjir bandang,” terang warga.

Ia mengatakan, tambang emas ilegal Buranga berada di sekitar pemukiman warga, di dusun 4, dusun 5 dan dusun 6.

Wilayah itu kata dia, pernah ditempa banjir bandang. Peristiwa itu sendiri mengakibatkan tiga korban meninggal dunia.

Baca juga: Kecamatan Ampibabo, Parimo Dinilai Rawan Konflik

“Pada tahun 1999, sebelum adanya tambang, terjadi banjir bandang yang mengakibatkan tiga orang meninggal terbawa air,” tuturnya.

Diketahui, tambang emas ilegal Buranga, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sudah beroperasi sejak tiga bulan lalu. Sebanyak 18 alat berat beroperasi sehari penuh.

Ini akan membawa dampak kerusakan lingkungan, khususnya bagi masyarakat dusun 4, dusun 5 dan dusun 6. Pasalnya, warga ketiga dusun itu tinggal di dekat aliran sungai.

Baca juga: Diduga Solar Tersuplai ke Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong

Baca juga: Wartawan Mamuju Tengah Tewas, SMSI Sulawesi Tengah Desak Investigasi

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.