Tambah Masa Tanggap Darurat Banjir Tinombo, Ini Agenda BPBD

0
210

Parimo, gemasulawesi.com- Tambah masa tanggap darurat banjir Kecamatan Tinombo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi moutong (Parimo) akan melakukan beberapa agenda kerja.

Diketahui, sudah dua pekan bencana banjir menerjang beberapa wilayah di Kecamatan Tinombo sejak 30 Juli 2019.

“Wilayah paling terdampak itu Desa Silabia, Lombok dan Tibu. Terhitung mulai 17 hingga 30 Agustus 2019, Pemda tetapkan sebagai tahapan perpanjangan masa tangap darurat,” ungkap Sekretaris BPBD Parimo, I Nyoman Adi, di ruang kerjanya. Jumat, 16 Agustus 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun lanjut dia, meski dampak yang diakibatkan bencana tersebut hanya membuat delapan rumah rusak berat, dua buah pipa air bersih rusak dan sekitar 40 orang di Desa Silabia terpaksa harus mengungsi.

Bupati Parimo memutuskan BPBD masih harus bertahan di tiga desa yang menjadi lokasi terdampak paling parah di Kecamatan Tinombo.

Dia menuturkan, meski tidak menemukan adanya tambahan data jumlah korban dan kerusakan rumah warga terdampak bencana. Pihaknya masih harus melakukan upaya pencegahan dini bencana.

“Selama agenda tambah masa tanggap darurat, kami melakukan upaya pemulihan di beberapa titik sungai Tinombo yang dianggap mengancam pemukiman warga,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya mendapat bantuan pinjam pakai alat dari BPBD Provinsi Sulteng dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parimo untuk mengoptimalkan kinerja di lapangan.

Setelah masa tanggap darurat berakhir kata dia, BPBD Parimo berencana melakukan survey kegiatan kerusakan, untuk dijadikan bahan permohonan pengusulan bantuan ke BNPB.

Dia menambahkan, sambil menunggu respon dari BNPB, pihaknya juga akan melakukan upaya pencegahan bencana melalui kegiatan mitigasi BPBD Parimo.

“Rencananya, kami juga akan melakukan normalisasi sejumlah sungai wilayah lain yang dianggap mengancam pemukiman penduduk,” tutupnya.

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

Tinggalkan Balasan