SULING EMAS

0
473
Suling Emas

Suling Emas adalah lanjutan dari seri Bu Kek Siansu yang menjadi seri pertama dan cikal bakal dari serial pendekar pulau es. Suling Emas adalah kisah lanjutan yang berada pada jaman lima wangsa (tahun 907-960), kerajaan Nan-Cao. Suling Emas Sendiri akan bercerita tentang keahlian pendekar memainkan senjata legenda berupa suling terbuat dari emas. Dan menjadi rebutan para pendekar dunia persilatan saat itu.

Berikut Sinopsisnya:

Pada jaman lima wangsa (tahun 907-960), kerajaan Nan-Cao merupakan negara kecil di propinsi Yu-Nan
sebelah selatan. Mungkin karena kecilnya kerajaan ini tidak dipandang mata oleh kerajaan lain, juga oleh
kerajaan Sung yang kemudian di bangun.
Akan tetapi, pada pagi hari di pertengahan musim chun (semi) itu, banyak sekali tokoh-tokoh terkenal di dunia
kang-ouw termasuk ketua-ketua perkumpulan dari pelbagai aliran, orang-orang muda yang patut di sebut
pendekar silat, dan orang-orang aneh yang memiliki kesaktian, datang membanjiri Nan-cao. Apakah gerangan
yang menarik para kelana dan petualang itu mendatangi Nan-cao? Apa pula hal yang menarik mereka
berdatangan dari tempat-tempat yang amat jauh?
Pertama adalah pengangkatan Beng-kauwcu (Ketua Agama Beng-kauw) sebagai Koksu (Guru Negara)
Kerajaan Nan Cao. Mereka berdatangan untuk memberi selamat kepada Ketua Beng-kauw yang sudah amat
terkenal di dunia kang-ouw. Siapakah tidak mengenal Ketua Agama Beng-kauw yang bernama Liu Gan dan
berjuluk Pat-jiu Sin-ong (Raja Sakti Berlengan Delapan) itu?
Pada masa itu, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan merupakan tokoh gemblengan yang jarang ditemukan keduanya,
jarang menemukan tanding. Selain memiliki kesaktian hebat, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan juga merupakan pendiri
Agama Beng-kauw atau pembawa agama itu dari barat. Tidak mengherankan apabila kini tokoh-tokoh dari
partai persilatan besar seperti Siauw-lim-pai, Kun-lun-pai, Hoa-san-pai, dan lain-lain mengirim utusan untuk
menghaturkan selamat atas pengangkatan tokoh sakti ini sebagai Koksu Kerajaan Nan-cao.
Ada pun hal kedua yang meyebabkan terutama kaum muda, para pendekar perkasa dari pelbagai penjuru
dunia ikut pula berdatangan, adalah tersiarnya berita bahwa puteri tunggal Pat-jiu Sin-ong hendak
mempergunakan kesempatan berkumpulnya para tokoh persilatan itu untuk mencari jodoh! Tentu saja hal ini
menggegerkan dunia kaum muda, menggerakkan hati mereka untuk ikut datang mempergunakan kesempatan
baik mengadu untung. Siapa tahu!
Nama Liu Lu Sian, puteri Ketua Beng Kauw itu sudah terkenal di mana-mana. Terkenal sebagai seorang gadis
yang selain tinggi ilmu silatnya, juga memiliki kecantikan seperti dewi khayangan. Terkenal pula betapa gadis
jelita ini telah berani menolak pinangan-pinangan yang datangnya dari orang-orang besar, dari putera-putera
para ketua perkumpulan, bahkan menolak pula pinangan dari istana beberapa kerajaan!
Tentu saja para pemuda ini pun sebagian besar hanya ingin menyaksikan sendiri bagaimana wujud rupa dan
bentuk dara yang terkenal itu, karena jarang di antara mereka yang pernah melihat Liu Lu Sian. Yang pernah
bertemu dengan gadis ini memuji-muji setinggi langit, terutama sekali tentang kecantikannya yang menjadi
buah bibir para muda, bahkan entah siapa orangnya yang membuat, telah ada sajak pujian bagi Liu Lu Sian.

Tinggalkan Balasan