SULING EMAS

waktu baca 3 menit
Suling Emas

Suling Emas adalah lanjutan dari seri Bu Kek Siansu yang menjadi seri pertama dan cikal bakal dari serial pendekar pulau es. Suling Emas adalah kisah lanjutan yang berada pada jaman lima wangsa (tahun 907-960), kerajaan Nan-Cao. Suling Emas Sendiri akan bercerita tentang keahlian pendekar memainkan senjata legenda berupa suling terbuat dari emas. Dan menjadi rebutan para pendekar dunia persilatan saat itu.

Berikut Sinopsisnya:

Pada jaman lima wangsa (tahun 907-960), kerajaan Nan-Cao merupakan negara kecil di propinsi Yu-Nan sebelah selatan. Mungkin karena kecilnya kerajaan ini tidak dipandang mata oleh kerajaan lain, juga oleh kerajaan Sung yang kemudian di bangun. Akan tetapi, pada pagi hari di pertengahan musim chun (semi) itu, banyak sekali tokoh-tokoh terkenal di dunia kang-ouw termasuk ketua-ketua perkumpulan dari pelbagai aliran, orang-orang muda yang patut di sebut pendekar silat, dan orang-orang aneh yang memiliki kesaktian, datang membanjiri Nan-cao. Apakah gerangan yang menarik para kelana dan petualang itu mendatangi Nan-cao? Apa pula hal yang menarik mereka berdatangan dari tempat-tempat yang amat jauh? Pertama adalah pengangkatan Beng-kauwcu (Ketua Agama Beng-kauw) sebagai Koksu (Guru Negara) Kerajaan Nan Cao. Mereka berdatangan untuk memberi selamat kepada Ketua Beng-kauw yang sudah amat terkenal di dunia kang-ouw. Siapakah tidak mengenal Ketua Agama Beng-kauw yang bernama Liu Gan dan berjuluk Pat-jiu Sin-ong (Raja Sakti Berlengan Delapan) itu? Pada masa itu, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan merupakan tokoh gemblengan yang jarang ditemukan keduanya, jarang menemukan tanding. Selain memiliki kesaktian hebat, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan juga merupakan pendiri Agama Beng-kauw atau pembawa agama itu dari barat. Tidak mengherankan apabila kini tokoh-tokoh dari partai persilatan besar seperti Siauw-lim-pai, Kun-lun-pai, Hoa-san-pai, dan lain-lain mengirim utusan untuk menghaturkan selamat atas pengangkatan tokoh sakti ini sebagai Koksu Kerajaan Nan-cao. Ada pun hal kedua yang meyebabkan terutama kaum muda, para pendekar perkasa dari pelbagai penjuru dunia ikut pula berdatangan, adalah tersiarnya berita bahwa puteri tunggal Pat-jiu Sin-ong hendak mempergunakan kesempatan berkumpulnya para tokoh persilatan itu untuk mencari jodoh! Tentu saja hal ini menggegerkan dunia kaum muda, menggerakkan hati mereka untuk ikut datang mempergunakan kesempatan baik mengadu untung. Siapa tahu! Nama Liu Lu Sian, puteri Ketua Beng Kauw itu sudah terkenal di mana-mana. Terkenal sebagai seorang gadis yang selain tinggi ilmu silatnya, juga memiliki kecantikan seperti dewi khayangan. Terkenal pula betapa gadis jelita ini telah berani menolak pinangan-pinangan yang datangnya dari orang-orang besar, dari putera-putera para ketua perkumpulan, bahkan menolak pula pinangan dari istana beberapa kerajaan! Tentu saja para pemuda ini pun sebagian besar hanya ingin menyaksikan sendiri bagaimana wujud rupa dan bentuk dara yang terkenal itu, karena jarang di antara mereka yang pernah melihat Liu Lu Sian. Yang pernah bertemu dengan gadis ini memuji-muji setinggi langit, terutama sekali tentang kecantikannya yang menjadi buah bibir para muda, bahkan entah siapa orangnya yang membuat, telah ada sajak pujian bagi Liu Lu Sian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.