Kamis, Mei 6, 2021
BerandaPARIGI MOUTONGSulawesi Terkini, Akibat Gagal Panen Produksi Petani Tolai Turun 60 Persen

Sulawesi Terkini, Akibat Gagal Panen Produksi Petani Tolai Turun 60 Persen

- Advertisement -spot_img

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Info terkini, akibat sawah gagal panen produksi petani di Desa Tolai Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah turun hingga 60 persen.

“Tiga tahun terakhir, kami mengalami penurunan hasil produksi,” ungkap salah seorang petani Desa Tolai yang ikut mengalami gagal panen, I Ketut Ngayah di Desa Tolai, Selasa 1 Desember 2020.

Ia mengatakan, karena gagal panen membuat sejumlah petani terpaksa harus menyewakan lahannya kepada petani lainnya untuk digarap.

Harapannya, bisa berbagi hasil dari garapan petani lainnya. Selain itu, sawah gagal panen ini akibat faktor tingginya penggunaan pestisida. Serta jadwal tanam yang tidak teratur, untuk mengahasilkan produksi yang berkualitas.

Baca juga: Puluhan Hektar Sawah Tolai Timur Terancam Gagal Tanam

“Contohnya, areal persawahan di Dusun Buanasari adanya persaingan antar petani dalam hal penggunaan racun yang berlebihan. Dan ini tidak dapat bisa dikontrol lagi,” urainya.

Adanya persaingan yang terjadi lanjut dia, kemudian penggunaan pestisida dengan merek yang berbeda. Sehingga, racun yang digunakan itu melebihi dari ketentuannya.

Kegagalan panen yang dialami I Ketut Ngayah adalah salah satu dari 250 Hektare sawah di Desa Tolai yang mengalami gagal panen tiga tahun terakhir.

Hasil produksi petani jauh dari harapan, bahkan mengalami penurunan yang signifikan.

Baca juga: Sukseskan HPS, DTPHP Parigi Moutong Canangkan Tiga Agenda Utama

Hal yang sama juga disampaikan petani lainnya I Nyoman Mudro. Ia mengatakan, untuk menghindari gagal panen, petani perlu mengikuti jadwal tanam terkini yang telah ditetapkan Pemda Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Tujuannya, agar menghasilkan produksi panen sesuai yang diharapkan.

“Dalam setahun petani terkadang melakukan panen lima kali, hal ini pastinya tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Karena tentunya, empat kali panen mengalami kerugian dan satu kali panen menghasilkan produksi yang memuaskan,” terangnya.

Baca juga: Jelang Pemberlakuan PSBB, Buol Perkuat Stok Ketahanan Pangan

Ditambah lagi, kelangkaan pupuk yang terjadi serta mahalnya harga obat-obatan, mengharuskan petani meminjam modal untuk mengelola sawah mereka.

Hal ini terkadang membuat petani tidak mengikuti jadwal yang ada dan menyampingkan jadwal tanam yang ada.

Baca juga: Positif Covid 19 Sulteng Menurun Hari ini

Pemerintah daerah dalam hal ini DPTHP harus bersikap tegas dalam penerapan jadwal tanam ini, sehingga tidak terjadi lagi gagal panen seperti tahun sebelumnya.

“Ketegasan dinas agar petani tidak keluar dari jadwal yang ada, kemudian pemenuhan pupuk memadai serta penekanan pengunaan racun yang berlebihan,” tutupnya.

Baca juga: Petani Sawah Dolago Alami Gagal Panen

Baca juga: Gagal Konstruksi, Proyek Pavin Block SIKIM Parimo

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.