Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Sulawesi Tengah Teken Kerjasama Sokong Kebutuhan Kaltim

sokong kebutuhan Kaltim
Foto: sokong kebutuhan Kaltim

Gemasulawesi– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah teken delapan bidang kerjasama sokong kebutuhan Kaltim.

Dengan demikian, Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah yang sokong kebutuhan Kaltim dalam rangka pembangunan dan pengembangan ibu kota negara baru.

“Ini merupakan kerja sama yang sangat strategis, karena melihat potensi yang begitu besar dimiliki Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Gubernur Kaltim, Irsan Noor, saat menyampaikan sambutannya, di Kota Samarinda, Kamis 9 September 2021.

Baca juga: Anggaran Penanganan Kesehatan Naik Jadi Rp 185,98 Triliun

Menurut dia, Sulawesi Tengah memiliki potensi batu pecah, pertanian, holtikultura, dan buah -buahan segar, yang dapat juga dapat memenuhi kebutuhan Kaltim.

Terkait batu pecah saja kata dia, Kaltim membutuhkan 30 juta ton, dalam rangka pembangunan berbagai infrastruktur persiapan ibu Kota negara baru.

“Hal ini juga menjadi kebutuhan strategis dalam pengembangan dan pembangunan Kaltim, khususnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam rangka ibu kota negara baru,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura menyampaikan rasa sangat syukurnya atas terwujudnya pelaksanaan penandatangan MoU, dengan pemerintah Kaltim.

Menurut dia, Sulawesi Tengah merupakan daerah yang memiliki potensi sangat besar, seperti potensi tambang, pertanian, perkebunan. Sehingga, pihaknya menjamin untuk menjadi daerah penyanggah, dalam memenuhi kebutuhan daerah Kaltim yang dipersiapkan menjadi Ibu Kota Negara baru.

Saat ini kata dia, pemerintah Sulawesi Tengah melalui visi dan misinya mendorong peningkatan produksitifitas pertanian, seperti padi dan holtikultura, buah -buahan dan peternakan. Pihaknya berharap, pasar terbesar itu ditemukan di wilayah Kaltim.

Kemudian, terkait potensi dibidang tambang batu pecah, pihaknya memastikan mampu memenuhi seluruh ketubuhan untuk pembangunan infrastruktur di Kaltim.

Ia berharap, melalui penandatanganan kerjasama itu, OPD tenis dan dunia usaha ikut membangunan kerjasama itu sesuai dengan bidang usaha dan tugas serta fungsinya masing-masing.

“Kiranya kedepan kita tingkatkan kerjasama regional Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan,” kata dia.

Adapun delapan bidang dalam MoU itu, yakni bidang perdagangan, bidang pangan, tanaman pangan dan holtikultura.

Kemudian, bidang peternakan dan kesehatan hewan, bidang perkebunan, bidang perhubungan, bidang parawisata, perindustrian , kelautan dan perikanan. (***)

Baca juga: BPJS Tunggu Kelanjutan Kerjasama Dari Pemda Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post